TARAKAN– Suara mesin KRI Ajak-653 yang gagah memecah keheningan perairan Kalimantan Utara. Namun kali ini, kapal perang kebanggaan Indonesia itu tidak sedang berpatroli di tapal batas negara. Lambungnya justru penuh dengan peti-peti berisi helai demi helai uang rupiah layak edar.
Misi istimewa bernama Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ini membawa “Lebaran” bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil yang selama ini kesulitan mengakses uang layak pakai.
Di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Komando Armada II, KRI Ajak-653 mengarungi rute selama enam hari: Tarakan – Pulau Sebatik – Pulau Bunyu – Pulau Maratua – Teluk Sulaiman – Pulau Derawan – kembali ke Tarakan.
Pelayaran yang dimulai pada 14 Juli 2026 ini merupakan wujud nyata sinergi TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia menghadirkan negara hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), tepat saat masyarakat membutuhkan uang segar untuk berbagai keperluan pasca Idul Adha.
Di setiap pulau yang disinggahi, antusiasme warga meluap. Bukan hanya bisa menukar uang rupiah lusuh dengan pecahan baru yang masih wangi kertas, mereka juga mendapat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Anak-anak hingga orang tua tampak takjub saat mendapat kesempatan langka mengikuti Open Ship, naik ke geladak KRI Ajak-653 dan melihat langsung kecanggihan kapal perang penjaga perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Saya tidak menyangka kapal sebesar ini datang ke pulau kami hanya untuk membawa uang. Rasanya seperti negara benar-benar hadir,” ujar seorang warga Pulau Sebatik, haru.
Selain penukaran uang, ekspedisi ini juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat pesisir dan kepulauan, mempertegas kepedulian TNI AL dan Bank Indonesia terhadap kesejahteraan warga di garda terdepan NKRI.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjadi lebih dari sekadar distribusi uang; ia adalah simbol kehadiran negara yang menyapa langsung rakyatnya, mengabarkan bahwa kedaulatan tidak hanya tentang senjata dan patroli, melainkan juga tentang rupiah yang beredar utuh di tangan mereka.
“Kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI dan peran Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Rupiah adalah wujud sinergitas negara memperkuat persatuan bangsa. Ini merupakan perintah langsung Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar kita memastikan kehadiran negara dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar,” tegas perwira komandan KRI Ajak-653.
Ekspedisi yang berakhir kembali di Dermaga Kodaeral XIII Tarakan ini meninggalkan jejak haru dan senyum ribuan warga.
Di tengah tantangan geografis yang berat, KRI Ajak-653 membuktikan bahwa menjaga kedaulatan bisa berarti mengantar segepok rupiah baru ke tangan kakek di Derawan atau ibu penjual ikan di Maratua sebuah perayaan kecil yang terasa seperti Lebaran uang kertas rupiah di pelosok Nusantara.
(Gas/pen)














