JAKARTA – Mengimplementasikan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi pertahanan maritim global.
Dua Perwira Shore Staff (Exercise Control) beserta Unsur Tugas (UT) Korps Marinir resmi disiapkan untuk berpartisipasi dalam latihan multilateral akbar Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat.
Arahan strategis Panglima laut tersebut menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit dan perluasan kerja sama internasional melalui latihan bersama negara-negara sahabat.
Tahapan akhir persiapan kini tengah berlangsung, ditandai dengan digelarnya Pembukaan Briefing Latihan Pendahuluan RIMPAC 2026 di Aula Yonif 2 Marinir Cilandak, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Kegiatan briefing dibuka secara resmi oleh Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigjen TNI Marinir Arif Rahman Hendrata Anggoro Jati, yang mewakili Asops Kasal. Dalam sambutannya, Brigjen Arif menegaskan bahwa para prajurit pilihan ini bukan sekadar peserta latihan, melainkan duta bangsa yang membawa nama harum Indonesia di forum internasional.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) RIMPAC 2026, Letkol Laut (P) Eko Triyatomo, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366, hadir langsung memimpin kesiapan personel. Ia akan bertugas bersama satu Perwira Shore Staff lainnya, Kapten Laut (P) Suhari Rumalean (Kadiv PBA KRI Bung Hatta-370), sebagai bagian dari Exercise Control.
Latihan pendahuluan yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan ini merupakan pemantapan akhir sebelum 35 prajurit elite Korps Marinir diterbangkan menuju Hawaii pada 22 Juni 2026. Di sana, mereka akan bergabung dan berinteroperabilitas dengan personel militer dari sekitar 30 negara peserta.
Materi latihan yang disiapkan berfokus pada peningkatan naluri tempur di berbagai spektrum ancaman. Beberapa serial latihan yang akan dijalani meliputi Jungle SMEE, Marksmanship/Dry Fire, Mortars Classical/Dry Fire, hingga simulasi misi kompleks seperti Raid Mission Planning, Military Operations on Urban Terrain (MOUT), Helo Raid, dan Full Mission Profile (FMP).
“Keterlibatan dalam RIMPAC 2026 adalah wujud nyata arahan Bapak Kasal untuk memproyeksikan TNI AL sebagai World Class Navy yang disegani,” ujar Brigjen Arif Rahman dalam arahannya.
“Manfaatkan latihan ini untuk mengasah interoperabilitas dan membuktikan bahwa prajurit Korps Marinir Indonesia setara dengan kekuatan tempur global.”
Keberangkatan Satgas ini menjadi bukti konkret TNI AL dalam memainkan peran sentral di kawasan Indo-Pasifik, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
(Pen/grd)














