Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali Hadirkan Kepemimpinan Visioner di Momen Idul Adha 1447 H Koarmada I

Mozaik Idul Adha TNI AL 1447 H
Mozaik Idul Adha TNI AL 1447 H

TANJUNGPINANG – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Kompleks TNI Angkatan Laut Tanjungpinang bukan sekadar ritual keagamaan. Di tangan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, momen ini bertransformasi menjadi cerminan kepemimpinan visioner yang menempatkan rakyat sebagai poros pengabdian.

Di Lapangan Dewa Ruci, Rabu (27/05/2026), terlihat walikota Tanjungpinang H.Lis darmansyah serta para jamaah larut dalam kekhusyukan. Namun, lebih dari sekadar takbir yang berkumandang, tergambar jelas filosofi pemimpin yang ingin membawa TNI AL tidak hanya tangguh di laut, tetapi juga dekat di hati rakyatnya.

Laksamana Muhammad Ali hadir langsung di tengah-tengah prajurit, didampingi Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Haris Bima. Kehadirannya bukan sekadar seremonial. Ia membawa pesan kuat: seorang pemimpin harus hadir, melihat, dan memastikan kesejahteraan rakyatnya.

Dalam balutan pakaian putih bersih, Kasal menyaksikan bagaimana nilai-nilai Idul Adha tidak berhenti di atas sajadah. Usai salat yang dipimpin Ustad H.M. Najmuddin sebagai imam dan Letkol Laut (KH) Zulpan Siregar, S.Ag. sebagai khatib, Kasal bersama Pangkoarmada I turun langsung meninjau penyembelihan hewan kurban.

Tangan dingin Laksamana Muhammad Ali dalam memimpin TNI AL selama ini dikenal membawa transformasi besar. Gaya kepemimpinannya yang tenang namun tegas, serta visinya yang jauh ke depan, ia proyeksikan dalam setiap langkah pembinaan personel dan hubungan dengan masyarakat.

Ketua Umum Jalasenastri, Ny. Fera Muhammad Ali, yang turut mendampingi, serta Ny. Putri Haris Bima dari Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, memperlihatkan bahwa soliditas keluarga besar TNI AL adalah fondasi utama dalam menjaga kedaulatan.

Di bawah kepemimpinan panglima laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali, semangat berbagi ini tak main-main. Tahun ini, Koarmada I menyembelih total 20 ekor sapi dan 32 ekor kambing. Daging kurban didistribusikan langsung kepada masyarakat membutuhkan, para prajurit, dan warga pesisir di sekitar Tanjungpinang.

Bagi Laksamana Muhammad Ali, Idul Adha adalah cerminan kepemimpinan transformatif. Seperti Nabi Ibrahim yang rela berkorban, seorang pemimpin harus berani mengorbankan kepentingan pribadi untuk kemaslahatan rakyat. Sementara keikhlasan Nabi Ismail mengajarkan loyalitas tanpa batas kepada pemimpin yang benar.

Melalui momentum ini, Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan kembali komitmennya: TNI AL yang modern dan profesional harus dibangun di atas fondasi keimanan yang kuat dan kepedulian sosial yang tak tergoyahkan.

Komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat nyata serta memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan pengabdian kepada bangsa, kini menjadi warisan kepemimpinan yang ia tanamkan di segenap prajurit Jalasena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *