SORONG– Unsur TNI Angkatan Laut dari jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah TNI AL XIV (Kodaeral XIV) Sorong kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan di laut.
KRI Bawal-875 berhasil melaksanakan operasi penyelamatan dan pertolongan terhadap kapal SPOB TK II yang mengalami musibah di perairan Teluk Bintuni pada Selasa (19/5).
Kejadian dramatis ini bermula saat kapal SPOB TK II kehilangan kendali dan tidak dapat bermanuver akibat propeler kapal yang tersangkut jaring nelayan.
Informasi darurat itu diterima langsung oleh KRI Bawal-875 yang saat itu tengah menjalankan operasi keamanan laut di sekitar perairan Papua Barat.
Komandan KRI Bawal-875, Letkol Laut (P) Bayu Indra Wirawan, S.H., mengungkapkan kronologi aksi cepat tersebut.
“Begitu menerima sinyal laporan, kami segera mengarahkan kapal menuju titik koordinat kapal SPOB TK II. Setibanya di lokasi, terkonfirmasi bahwa kapal dalam kondisi terapung statis dan sama sekali tidak mampu bergerak,” jelasnya.
Tanpa menunggu waktu lama, tim KRI Bawal-875 bergerak mendekat pada posisi aman dan segera menyiapkan prajurit penyelam terlatih untuk melakukan inspeksi bawah air.
Proses penyelaman berlangsung hampir tiga jam secara bergantian. Di bawah tekanan operasi laut, para prajurit dengan sigap melakukan pemotongan bagian-bagian jaring nelayan yang melilit kuat pada baling-baling kapal.
“Alhamdulillah, setelah seluruh material jaring berhasil dilepaskan, fungsi propeler kembali normal. Kapal SPOB TK II pun dapat kembali berlayar dengan aman,” tambah Letkol Laut (P) Bayu Indra Wirawan. Usai memastikan situasi kondusif, KRI Bawal-875 langsung melanjutkan tugas operasi pengamanan wilayah perairan Indonesia Timur serta penegakan kedaulatan NKRI.
Aksi heroik ini mendapat apresiasi langsung dari Panglima Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan unsur patroli di wilayah kerjanya.
“Saya sangat mengapresiasi gerak cepat KRI Bawal-875. Ini membuktikan bahwa unsur Kodaeral XIV selalu siap dan tanggap, tidak hanya dalam operasi tempur dan keamanan, tetapi juga dalam operasi SAR serta misi kemanusiaan untuk membantu setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat di laut,” tegas Laksamana Muda Djatmoko.
Aksi penyelamatan ini selaras dengan Perintah Harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan bahwa TNI AL harus senantiasa aktif dalam misi kemanusiaan dan sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat maritim Indonesia.
Dengan keberhasilan operasi ini, TNI AL kembali meneguhkan jati dirinya sebagai “Ksatria Laut yang Tangguh dan Dicintai Rakyat”, siap menjaga keselamatan pelayaran serta kedaulatan di seluruh bentang laut Nusantara.
(Gas/pen)














