Panglima Kogabwilhan I Pimpin Langsung Peninjauan Operasi Beladau Sakti 26 di Laut Natuna, Diperkuat Unsur TNI AL dan AU

Lanud RSA Natuna
Lanud RSA Natuna

NATUNA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., memimpin langsung peninjauan Operasi Beladau Sakti-26 di perairan strategis Laut Natuna Utara, Sabtu (16/5/2026).

Dalam operasi yang menjadi tulang punggung pengamanan wilayah perbatasan ini, Pangkogabwilhan I didampingi oleh Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., yang merupakan perwira tinggi pertama yang memimpin lanud tipe A tersebut.

Peninjauan dilakukan di atas geladak Kapal Republik Indonesia (KRI) John Lie-358, yang bersama KRI Kapitan Pattimura-371 dan KRI Teuku Umar-385 sedang melaksanakan operasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) I.

Kehadiran para petinggi TNI ini menunjukkan sinergitas matra laut, udara, dan darat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.

Rombongan pejabat tinggi TNI yang hadir antara lain Kepala Staf Kogabwilhan I (Kaskogabwilhan I), Inspektur Kogabwilhan I, Asisten Perencanaan (Asren) Kogabwilhan I, serta Asisten Logistik (Aslog) Kogabwilhan I.

Hadir pula Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Haris Bima B., S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., Komandan Guspurla I Laksamana Pertama TNI Nurlan, M.Si.(Han)., CHRMP., dan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.IP., P.S.C. .

Dalam kunjungannya, Pangkogabwilhan I menyaksikan langsung latihan internal Gunnery Exercise (Gunex) yang dilaksanakan oleh KRI John Lie-358. Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan tempur prajurit, ketajaman penembakan, keandalan material, serta sistem persenjataan terpadu kapal perang.

 

“Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi satuan di lapangan sekaligus memastikan kesiapan operasional prajurit. Kesiapan personel dan Alutsista menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan wilayah,” ujar Pangkogabwilhan I seperti dikutip dari keterangan resmi .

Peninjauan ini selaras dengan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Tugas Pengamanan Laut (Satgashanlan) yang melibatkan juga kesiapan Batalyon Komposit 1/Gardapati di darat .

Operasi Beladau Sakti-26 merupakan operasi rutin TNI AL yang bertujuan menjaga keamanan perairan nasional dari berbagai potensi ancaman, termasuk kegiatan ilegal di laut .

Sebelumnya, unsur-unsur dalam operasi ini juga telah menunjukkan kesigapannya dalam misi kemanusiaan, seperti evakuasi korban kapal terbakar di perairan Natuna serta latihan penembakan untuk meningkatkan kemampuan tempur.

Kehadiran Danlanud RSA Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi dalam peninjauan ini menegaskan integrasi pengamanan wilayah udara dan laut. Lanud RSA Natuna yang kini berstatus Tipe A memiliki peran vital dalam patroli udara di perbatasan utara NKRI.

Sinergi ini, bersama dengan dukungan dari Koarmada I dan Kogabwilhan I, menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah yang menjadi perhatian internasional.

(Pen/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *