Disambut Tepung Tawar Adat Melayu, Pangkoarmada I Tinjau Langsung Kesiapsiagaan Tempur di Natuna

Laksda TNI Haris Bima Bayuseto
Laksda TNI Haris Bima Bayuseto

NATUNA– Dalam balutan tradisi Melayu yang kental, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Haris Bima Bayuseto, mengawali kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Natuna pada Jumat (15/5).

Lawatan tiga hari ini menjadi bukti nyata keseriusan TNI Angkatan Laut menjaga denyut nadi kedaulatan di garda terdepan NKRI, khususnya dalam menghadapi Operasi Pengamanan Laut Natuna Utara 2026.

Terbang langsung mendarat di Lanud Raden Sadjad, kedatangan Pangkoarmada I bersama Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada I, Ny. Putri Haris Bima, disambut penuh kehormatan. Barisan penyambut terdiri dari unsur Forkopimda, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan serta jajaran TNI-Polri, Danguspurla Koarmada I Laksma TNI Nurlan, serta Bupati Natuna Cen Sui Lan.

Tak sekadar salam komando, prosesi penyambutan berlangsung khidmat nan sakral. Lembaga Adat Melayu Natuna langsung memasangkan tanjak dan selendang adat Melayu ke bahu Pangkoarmada I, diiringi tarian tradisional khas Natuna dan ritual Tepung Tawar sebagai simbol doa dan tolak bala. Momen ini mencerminkan harmoni mendalam antara TNI AL dan kearifan lokal masyarakat perbatasan.

Usai transit di VIP Room Bandara RSA, Pangkoarmada I langsung bergerak menuju pusat komando operasi, Mako Guspurla Koarmada I di Selat Lampa.

Kedatangannya disambut jajar kehormatan Valreep, sebuah tradisi militer yang menegaskan penghormatan tertinggi kepada komandan.

Namun, di tengah gemuruh kesiapan tempur, aura spiritual tetap dijunjung. Pangkoarmada I menyempatkan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Jannah bersama prajurit dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian kepada negara tak lepas dari ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selepas ibadah, Pangkoarmada I menggelar doa bersama lintas elemen untuk keberkahan operasi dan keselamatan prajurit. Puncaknya, haru biru pecah saat rombongan menyerahkan paket sembako langsung kepada para nelayan dan masyarakat pesisir.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi penegasan bahwa TNI AL selalu hadir di hati rakyat perbatasan,” ujar seorang nelayan setempat.

Dari sisi operasi militer, Pangkoarmada I tak main-main. Ia langsung menuju Tactical Operation Center (TOC) Mako Guspurla I untuk menerima laporan komando dan paparan skenario latihan tempur laut.

Seluruh kesiapsiagaan unsur tempur, mulai dari alutsista hingga personel, diperiksa secara teliti. Agenda berlanjut dengan peninjauan ke titik-titik vital: Posal Sabang Mawang yang menjaga denyut keamanan pesisir, serta sentra ekonomi unggulan berupa keramba ikan Napoleon di Pulau Sedanau.

Hari pertama ditutup hangat dalam jamuan Garden Dinner di Rumah Dinas Bupati Natuna bersama seluruh Forkopimda. Di bawah langit malam Natuna yang tenang, Pangkoarmada I menegaskan makna kunjungan ini.

“Kunjungan ini adalah wujud komitmen TNI AL untuk terus mengasah naluri tempur prajurit dan memperkuat kesiapsiagaan operasi. Namun di atas segalanya, inilah bentuk perhatian kami untuk memperkokoh sinergi dengan masyarakat perbatasan yang merupakan kekuatan utama pertahanan negara,” tegas Laksda TNI Haris Bima Bayuseto.

Kunjungan ini bukan hanya operasi pengamanan laut, melainkan juga operasi pengamanan hati rakyat Natuna, mengirim pesan jelas bahwa bendera merah putih berkibar gagah di setiap jengkal perairan utara Indonesia.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *