NATUNA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., menggelar kunjungan kerja strategis ke Markas Batalyon Komposit 1/Gardapati, Natuna, pada Jumat (15/05/2026).
Fokus utama kunjungan ini adalah melakukan pengawasan dan evaluasi (Wasev) terhadap kesiapan tempur Baterai Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Baterai Artileri Medan (Armed) dalam mendukung Satuan Tugas Pengamanan Laut (Satgashanlan) Operasi Laut Natuna Utara.
Kedatangan Panglima beserta rombongan pejabat utama Kogabwilhan I disambut langsung oleh Komandan Batalyon Komposit 1/Gardapati, Letkol Infanteri M. Ricky P.P.A.G.A, beserta seluruh prajurit.
Kunjungan ini menandai perhatian serius TNI terhadap keamanan di wilayah paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memeriksa secara detail kesiapan personel, sarana prasarana, serta kesiapan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) matra darat yang disiagakan di wilayah perbatasan.
Kehadiran Baterai Arhanud dan Armed di bawah komando Batalyon Komposit 1/Gardapati merupakan kekuatan vital untuk mendukung unsur laut dan udara dalam menjaga kedaulatan NKRI di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
“Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Kita harus memastikan bahwa kesiapan operasional prajurit dan alutsista berada dalam kondisi prima. Batalyon Komposit 1/Gardapati adalah kekuatan inti dalam Satgashanlan Pengamanan Laut Natuna,” tegas Pangkogabwilhan I dalam arahannya di hadapan pasukan.
Pangkogabwilhan I menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh prajurit: profesionalisme, disiplin, dan loyalitas. Mengingat dinamika keamanan di Laut Natuna yang sangat dinamis, satuan ini diinstruksikan untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan kesiapsiagaan.
Lebih lanjut, Letjen Kunto menyoroti pentingnya sinergi antara TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta komponen bangsa lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan maritim. Ia memastikan bahwa Batalyon Komposit 1/Gardapati siap memberikan dukungan tembakan dan pertahanan pangkalan guna menangkal segala bentuk ancaman militer maupun pelanggaran wilayah oleh kapal asing.
“Saya berharap prajurit Batalyon Komposit 1/Gardapati tetap solid. Pelihara alutsista dengan baik, karena kalian adalah ujung tombak pertahanan di wilayah terdepan yang menjadi perhatian internasional,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Pangkogabwilhan I menekankan agar seluruh prajurit meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam penuh. Evaluasi rutin terhadap kondisi taktis dan teknis lapangan wajib dilakukan untuk memastikan setiap pergerakan di sekitar perairan Natuna dapat terdeteksi dan diantisipasi secara dini.
Kunjungan kerja ini menjadi bukti konkret bahwa TNI terus memodernisasi doktrin pertahanan pulau-pulau terdepan melalui integrasi kekuatan komposit, memastikan keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Natuna tetap mutlak terjaga.
(Pen/GRD)














