SURABAYA – Dalam sebuah pertemuan strategis yang meneguhkan hubungan historis dan kerja sama pertahanan modern, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Vice Admiral Harold Liebregs.
Agenda penting ini berlangsung di Markas Komando Armada II, Surabaya, pada Kamis (14/5/2026), menandai eratnya diplomasi angkatan laut di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik.
Kehadiran Vice Admiral Harold Liebregs bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia tiba bersama kapal perang kebanggaan Negeri Kincir Angin, HNLMS De Ruyter (F 804), yang tengah bersandar di Kota Pahlawan.
Disambut langsung oleh Laksamana Ali beserta jajaran pejabat tinggi TNI AL, suasana keakraban langsung terasa, memadukan protokol militer yang ketat dengan kehangatan persahabatan dua negara.
Dalam dialog bilateral tersebut, Laksamana Ali menekankan bahwa kerja sama antara TNI AL dan Royal Netherlands Navy (RNLN) bukan hanya warisan sejarah, melainkan pilar penting untuk stabilitas keamanan laut masa depan.
“TNI AL dan RNLN memiliki rekam jejak kerja sama yang solid. Ini mencakup kolaborasi pertahanan, operasi dan latihan bersama, hingga program pendidikan yang meningkatkan profesionalitas prajurit. Kami berharap diskusi hari ini memberi dampak positif bagi stabilitas kawasan dan manfaat bagi generasi mendatang kedua negara,” ujar Laksamana Ali.
Momentum ini menjadi bukti nyata Naval Diplomacy yang kian intensif. Pasca pertemuan, suasana semakin semarak dengan digelarnya Desk Reception di atas geladak HNLMS De Ruyter.
Acara ini menjadi simbol harmonisasi, mempertemukan para perwira tinggi dua negara dalam satu geladak kapal yang sarat akan teknologi tempur modern. Kehadiran kapal berjenis De Zeven Provinciën-class frigate ini turut menegaskan interoperabilitas alutsista kedua angkatan laut.
Kunjungan ini mengonfirmasi komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus memajukan poros maritim dunia melalui dialog dan latihan strategis.
Di tengah tantangan geopolitik global, sinergi TNI AL dan RNLN diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas kawasan sekaligus jembatan diplomasi yang membawa kemakmuran bagi kedua bangsa.
(GAS/PEN)














