Pangkogabwilhan I Tinjau Kompi Produksi Kodim Natuna: Wujudkan Ketahanan Pangan Swasembada di Wilayah Terdepan

Pangkogabwilhan I
Pangkogabwilhan I

NATUNA– Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Kunto Arief Wibowo, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kompi Produksi jajaran Kodim 0318/Natuna pada Jumat (15/05/2026).

Kunjungan ini menegaskan komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengakselerasi program ketahanan pangan nasional di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Disambut hangat oleh Komandan Kodim (Dandim) 0318/Natuna, Kolonel Infanteri Ruruh Sejati, Panglima yang baru dilantik ini turun langsung meninjau lahan pertanian organik. Fokus peninjauan adalah optimalisasi swasembada pangan di lahan terbatas sebagai model kemandirian pangan prajurit.

Apresiasi untuk Satuan Teritorial: TNI sebagai Motor Penggerak Pangan
Apresiasi untuk Satuan Teritorial: TNI sebagai Motor Penggerak Pangan

Dalam arahannya, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang dilakukan jajaran Kodim 0318/Natuna. Meskipun berada di Pulau Natuna yang secara geografis terbatas dan strategis, prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) berhasil menyulap lahan tidur menjadi area produktif penghasil sayuran.

“Kompi Produksi ini adalah bukti konkret bahwa doktrin TNI bukan hanya tentang kekuatan tempur. Kami adalah motor penggerak ketahanan pangan. Natuna sebagai daerah terdepan Indonesia harus mandiri secara pangan, tidak boleh bergantung pada pasokan luar,” tegas Pangkogabwilhan I di hadapan prajurit dan tokoh masyarakat.

Program ini sejalan dengan perintah Panglima TNI untuk menjadikan satuan teritorial sebagai ujung tombak membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pasokan bahan pokok.

Dandim 0318/Natuna, Kolonel Inf Ruruh Sejati, melaporkan capaian signifikan dari Kompi Produksi tersebut. Saat ini, hasil pertanian dari lahan seluas beberapa hektar itu telah mampu memenuhi hingga 40% kebutuhan pangan personel dan keluarganya.

Lebih dari itu, kelebihan produksi didistribusikan secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar melalui program TNI Manunggal dan aksi sosial lainnya. Kolaborasi ini memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat (TNI Manunggal) dalam membangun ketahanan wilayah.

“Capaian 40% ini bukan batas akhir. Kami terus berinovasi menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti cabai, tomat, dan sayuran organik lainnya. Ini adalah wujud komitmen kami dalam mendukung program nasional sekaligus mempererat hubungan emosional dengan warga binaan,” ujar Kolonel Ruruh.

Momen puncak kunjungan ini ditandai dengan panen raya cabai yang dilakukan langsung oleh Letjen Kunto, Kolonel Ruruh, serta tokoh masyarakat setempat. Aktivitas simbolis ini menjadi representasi sinergi antara alat pertahanan negara dan rakyat dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

Di akhir kunjungannya, Pangkogabwilhan I menekankan agar model Kompi Produksi Kodim Natuna ini segera direplikasi oleh satuan-satuan jajaran lainnya di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan. Langkah ini dinilai krusial untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dari pinggiran negeri.

(Pen/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *