PONTIANAK – Komando Armada (Kodaeral) XII menggelar seremoni pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Mako Satrol Kodaeral XII, Selasa (5/5/2026).
Menggunakan unsur utama KRI Karotang-872, misi ini menjadi wujud nyata sinergi strategis antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan mata uang hingga ke pelosok negeri.
Dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral XII, Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR. , kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, serta Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si. , bersama unsur Forkopimda setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen negara dalam mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Dalam operasi kemanusiaan dan ekonomi ini, KRI Karotang-872 akan membawa tim gabungan menyusuri rute maritim strategis untuk mendistribusikan uang Rupiah layak edar ke sejumlah pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) . Adapun rute pelayaran mencakup Pulau Pelapis, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Padang Tikar, hingga Pulau Karimata.
“Ekspedisi ini bukan sekadar mendistribusikan uang fisik, melainkan juga menghadirkan negara di tengah masyarakat yang berada di garda terdepan bangsa. Kolaborasi TNI AL dan Bank Indonesia ini adalah bentuk penjaminan ketersediaan uang layak edar sekaligus memperkuat literasi masyarakat terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan,” tegas Laksda TNI Sawa dalam sambutannya.
Misi ERB 2026 dirancang dengan pengawalan ketat guna memastikan distribusi berjalan secara aman, tertib, dan tepat sasaran. Langkah ini krusial mengingat tantangan geografis Kalimantan Barat yang didominasi perairan dan pulau-pulau kecil, di mana akses transportasi reguler seringkali terkendala cuaca dan infrastruktur.
Bank Indonesia menekankan bahwa ketersediaan uang layak edar dengan nominal yang cukup dan kondisi fisik yang baik di wilayah perbatasan adalah wujud konkret inklusi keuangan.
Sinergi dengan armada tempur TNI AL menjadi solusi pamungkas untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses oleh moda transportasi sipil.
Pelepasan KRI Karotang-872 menandai dimulainya operasi ERB 2026. Kapal patroli andalan jajaran Koarmada RI ini diharapkan tidak hanya membawa Rupiah, tetapi juga mengedukasi masyarakat perbatasan mengenai pentingnya menjaga dan mencintai mata uang nasional sebagai identitas bangsa.
(GRD/pen)














