Pomal Kodaeral I Lumpuhkan Spesialis Curas, 15 Personel Gabungan Sikat Pelaku

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

BELAWAN – Aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan warga Kecamatan Medan Belawan akhirnya menemui titik terang. Tim gabungan Polisi Militer Angkatan Laut Komando Daerah Angkatan Laut I (Pomal Kodaeral I) bersama unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Medan sukses meringkus ISL alias Iwan Membot (21),

terduga pelaku begal dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang telah lama menjadi target operasi warga. Pelaku ditangkap dalam penyergapan dramatis di Jalan KL Yos Sudarso, tepat di depan Sekolah Yapim Belawan, Kamis dini hari pukul 04.50 WIB.

Operasi senyap ini merupakan respons cepat atas keresahan masyarakat serta implementasi Surat Keputusan Walikota Medan No: 130/26.K tanggal 17 Januari 2025 tentang Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Daerah.

Sebanyak 15 personel Pom Kodaeral I bergerak menggunakan kendaraan taktis (2 mobil pribadi dan 4 sepeda motor) menuju titik target setelah mendapatkan informasi intelijen akurat.

Berdasarkan pemetaan di lapangan, Iwan Membot diketahui hendak melarikan diri ke luar kota menuju Jakarta menggunakan bus antar-provinsi.

Saat target melintas mengendarai sepeda motor, personel gabungan langsung melakukan ambush taktis dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa perlawanan berarti.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah keresahan rakyat. TNI AL tidak akan memberikan ruang satu sentimeter pun bagi pelaku kriminalitas jalanan, begal, maupun geng motor yang merusak ketertiban umum,” tegas Laksamana Pertama TNI Deny Septiana, Dankodaeral I, dalam keterangan resminya di Mako Pom Kodaeral I, Kamis siang.

Dari tangan Iwan Membot, petugas mengamankan puluhan barang bukti yang menunjukkan intensitas kejahatan pelaku. Selain satu bilah pisau dapur tajam, petugas juga menemukan satu pucuk pistol mainan yang digunakan untuk mengintimidasi korban, kunci inggris, pisau cutter, serta topeng penutup wajah.

BACA JUGA :  Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Siber Militer AU Bersama Huawei

Yang lebih mengejutkan, di dalam tas milik pelaku ditemukan barang-barang pribadi milik korban, antara lain:

Ijazah asli dan KTP atas nama Jonatan Simanungkalit (diduga korban pembegalan sebelumnya), Kartu ATM BRI, Perhiasan (cincin, gelang, kalung stainless), Dua dompet kulit, tas punggung, dan tas selempang berisi dokumen penting lainnya.

Daftar barang bukti ini mengindikasikan bahwa pelaku tidak hanya mengambil barang berharga, tetapi juga merampas seluruh identitas korbannya.

Rentetan Operasi: Pomal Kodaeral I “Sapu Bersih” Belawan

Penangkapan Iwan Membot bukanlah aksi tunggal. Sepanjang periode Maret hingga April 2026, Pom Kodaeral I mencatatkan rekor penindakan kriminalitas yang signifikan di wilayah Belawan dan sekitarnya.

Keberhasilan operasi gabungan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan pentingnya sinergitas TNI AL dengan instansi samping untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah yurisdiksi dan sekitarnya.

Saat ini, terduga pelaku Iwan Membot beserta seluruh barang bukti masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Komando (Mako) Pom Kodaeral I.

Penyidik tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang terlibat dalam aksi kriminal serupa di wilayah hukum Belawan.

Diharapkan dengan giat rutin ini, situasi Kamtibmas di Kota Medan, khususnya Belawan, kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *