TNI AL Perkuat Tameng Papua: Pesawat Patroli Maritim Bertolak dari Ambon Kawal Kedaulatan Timur

Pesawat Udara (Pesud) CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA)
Pesawat Udara (Pesud) CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA)

AMBON– Guna memperketat pengamanan wilayah perairan strategis di kawasan timur, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar kekuatan udaranya.

Pesawat Udara (Pesud) CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dengan nomor lambung P-8301 resmi lepas landas dari Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, pada Senin (20/4/2026).

Keberangkatan ini merupakan bagian dari kelanjutan Operasi Tameng Papua-26 Tahap II, sebuah operasi siaga tempur laut yang digelar untuk menjamin stabilitas keamanan di perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Pesawat canggih binaan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) yang dikemudikan Mayor Laut (P) Wisnu Akbar tersebut menempuh rute Ambon (AMB) menuju Makassar (MKS) sebelum melanjutkan penerbangan ke Pangkalan Udara Juanda (JDA) untuk melaksanakan Remain Over Night (RON).

Penerbangan ini turut dihadiri langsung oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Andri Kristianto, yang memantau secara langsung kesiapan unsur udara dalam mendukung pengamanan perairan timur.

Pelepasan pesawat di Bandara Pattimura dilakukan secara resmi oleh jajaran Tim Merflug Kodaeral IX, di antaranya Dansathantai, Kadiskomlek, dan Kadissyahal. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen TNI AL dalam memastikan kesiapan alutsista strategis di garis depan.

Pesawat CN235-220 MPA merupakan alutsista strategis andalan TNI AL yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia.

Dilengkapi dengan radar canggih dan peralatan intai maritim, pesawat ini mampu mendeteksi secara dini berbagai potensi ancaman seperti kapal asing ilegal, praktik pencurian ikan (illegal fishing), hingga pelanggaran wilayah lintas batas.

Efektivitas patroli udara ini menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pengawasan radar yang tidak dapat dijangkau oleh unsur kapal permukaan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kembali menegaskan filosofi kemaritiman Indonesia. Ia menyatakan bahwa kelangsungan hidup sebagai bangsa maritim sangat bergantung pada cara pandang kita terhadap laut sebagai sumber kehidupan dan kejayaan.

BACA JUGA :  Gurindam Law Firm Ajukan Tuntutan Hukum atas Meninggalnya Awak Kapal MT 108 di Perairan Malaysia

“Hal itu memerlukan jaminan keamanan, keselamatan navigasi, serta akses yang setara terhadap sumber daya alam. Pelaksanaan Operasi Tameng Papua-26 Tahap II ini adalah wujud kehadiran negara di laut untuk melindungi kepentingan nasional,” tegas Laksamana Ali.

Operasi Tameng Papua-26 Tahap II ini difokuskan pada deteksi dini dan pencegahan aktivitas ilegal di wilayah perairan Papua dan sekitarnya. Dengan pergerakan unsur udara yang masif, TNI AL berupaya menciptakan efek gentar (deterrence effect) bagi pihak-pihak yang berpotensi mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di sektor timur.

(GRD/PEN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *