SURABAYA – Di balik tegapnya postur dan disiplinnya gerakan para prajurit wanita, tersimpan peran ganda yang tak mudah: sebagai penjaga kedaulatan laut sekaligus penjaga kehangatan keluarga.
Menyadari kompleksitas beban psikologis tersebut, TNI Angkatan Laut di bawah amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengambil langkah humanis.
Sebanyak 167 personel Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) wilayah Surabaya dikumpulkan bukan untuk latihan tempur, melainkan untuk “mengisi ulang energi jiwa” dalam kegiatan Pembekalan Pembinaan Mental dan Konseling Tidur Dalam.
Bertempat di Gedung JOPR Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Surabaya, Selasa (14/4/2026), para srikandi bahari ini sejenak melepas atribut tempur untuk menyelami sisi paling personal seorang prajurit: ketahanan mental.
Dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintalal) Laksamana Muda TNI Harun Arrasyid, kegiatan ini bukanlah seremoni biasa. Ini adalah pengakuan negara bahwa beban di pundak seorang Kowal bukan hanya senapan dan teropong, tetapi juga ekspektasi sosial, godaan modernitas, dan gejolak hati sebagai seorang perempuan.
“Kuatkan Hati, Maka Kapal pun Akan Kokoh”
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan kebapakan, Laksda Harun Arrasyid menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh ruang emosi para peserta. Ia menegaskan bahwa di tengah gempuran media sosial dan gaya hidup instan, ketahanan mental adalah amunisi paling mahal yang harus dimiliki prajurit modern.
“Kita tahu, sebagai Kowal, kalian tidak hanya bertugas di geladak kapal atau ruang operasi. Kalian adalah ibu, istri, dan teladan bagi lingkungan. Di pundak kalian ada dua amanah besar: merah putih dan keluarga. Maka dari itu, hati ini harus dijaga. Ketenangan hati dan kematangan emosi itulah yang akan membuat kalian mampu mengendalikan diri di tengah tekanan seberat apa pun,” pesan Kadisbintalal dengan nada teduh.
Pernyataan itu sontak membawa suasana hening penuh refleksi. Para peserta diajak untuk jujur pada diri sendiri, bahwa di balik senyum ramah prajurit Kowal, ada hari-hari berat yang membutuhkan ruang untuk berkeluh kesah tanpa rasa takut dicap lemah.
Kegiatan “Tidur Dalam” ini secara khusus menjadi ruang aman (safe space) bagi para prajurit wanita untuk berbagi beban psikologis. Kolonel Laut (KH) Syukriadinata, S.Ag. , Kasubdis Pembinaan Mental dan Konseling, hadir memberikan pembekalan mendalam tentang pentingnya pendekatan spiritual. Ia menekankan bahwa iman yang kokoh adalah jangkar di tengah badai permasalahan pribadi, dinas, maupun sosial.
Wujud Nyata Amanah Kasal
Kegiatan ini adalah cerminan langsung dari visi Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menempatkan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama, melebihi pembangunan alutsista. Di mata Kasal, prajurit yang tangguh secara mental, moral, dan spiritual adalah kunci kekuatan maritim Indonesia.
“Ini bukan sekadar briefing. Ini adalah perintah untuk merawat ‘software’ manusia kita. Baju besi bisa menahan peluru, tapi hanya mental yang kuat yang bisa menahan fitnah, gosip, dan kelelahan jiwa,” tegas perwira tinggi di lokasi.
Melalui program ini, diharapkan lahir generasi Kowal yang tidak hanya mahir mengoperasikan radar dan sistem senjata, tetapi juga lihai membaca situasi hati nurani.
Para Srikandi Jalasena ini diharapkan kembali ke kesatuan masing-masing sebagai pribadi yang lebih utuh: tangguh di medan tugas, namun lembut dalam bersikap, kokoh secara moral, dan luhur dalam kepribadian.
(Grd/PEN)













