PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Menko Airlangga: Inflasi 2021 Terkendali Rendah Meski Global Naik

Mencerdaskan & Memuliakan - Januari 4, 2022
Menko Airlangga: Inflasi 2021 Terkendali Rendah Meski Global Naik
Menko Airlanga Hartarto salam satu momen tinjau pasar tradisional - (Gurindam.id)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Di tengah masa pandemi, inflasi Indonesia relatif terkendali dibandingkan dengan beberapa negara yang terus mengalami peningkatan inflasi akibat supply-demand imbalance dan krisis energi.

Misalnya Singapura sebesar 3,8% (yoy), Euro Area sebesar 4,9% (yoy) dan Amerika Serikat sebesar 6,8% (yoy) pada November 2021.

“Didukung oleh inflasi volatile food (VF) yang masih terjaga di tengah peningkatan inflasi administered prices (AP) dan masih terbatasnya inflasi inti,” kata Menko Airlangga  Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/1/2021).

Realisasi inflasi 2021 tercatat sebesar 1,87 persen (yoy) atau naik dari realisasi tahun 2020 sebesar 1,68 persen (yoy) serta berada di bawah kisaran target sebesar 3±1 persen (yoy).

Inflasi Indonesia relatif terkendali dibandingkan dengan beberapa negara yang terus mengalami peningkatan inflasi akibat supply-demand imbalance dan krisis energi, misalnya Singapura sebesar 3,8 persen (yoy), Euro Area sebesar 4,9 persen (yoy) dan Amerika Serikat sebesar 6,8 persen (yoy) pada November 2021.

Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga.

Secara bulanan, inflasi Desember 2021 meningkat sesuai dengan tren musiman dengan realisasi sebesar 0,57 persen (mtm), yang dipengaruhi oleh pergerakan seluruh komponen inflasi dan merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2021.

Komponen VF pada Desember 2021 mengalami inflasi 2,32 persen (mtm) atau 3,20 persen (yoy) dengan andil 0,38 persen. Beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang terhadap inflasi antara lain cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah.

Secara tahunan, inflasi VF terjaga sesuai rentang sasarannya yang disepakati dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada 11 Februari 2021 yakni dalam kisaran 3-5 persen (yoy).

Baca Juga  Patuhi Kebijakan Pemkab Anambas, Ini Jadwal Baru Kapal MV Putri Anggreni

Komoditas lain yang cukup berperan penting menyumbang inflasi adalah minyak goreng dengan total andil sepanjang 2021 sebanyak 0,31 persen. Semenjak Juli 2020, minyak goreng telah menunjukkan kenaikan harga sebesar 46,32 persen.

“Kenaikan harga CPO saat ini memang berdampak terhadap konsumen yaitu kenaikan harga minyak goreng sebagai salah satu turunannya. Namun di sisi lain juga memberikan insentif kepada kesejahteraan petani yang terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR),” jelas Airlangga.

Ke depan, tingkat inflasi tahun 2022 diperkirakan akan meningkat dibanding pencapaian tahun 2021. Permintaan domestik yang semakin pulih seiring bergeliatnya aktivitas ekonomi diperkirakan akan mendorong peningkatan inflasi.

“Pemerintah juga terus memonitor imported inflation seiring tren kenaikan harga komoditas global dan normalisasi kebijakan moneter bank sentral dunia,” tutur Airlangga.
(ANTARA)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 7 1 9 8 9
Users Today : 44
Users Yesterday : 62
Users Last 7 days : 946
Users Last 30 days : 7395
Users This Month : 4497
Users This Year : 4497
Total Users : 71989
Views Today : 104
Views Yesterday : 132
Views Last 7 days : 1480
Views Last 30 days : 12416
Views This Month : 6855
Views This Year : 6855
Total views : 120558
Who's Online : 0
Your IP Address : 54.91.62.236
Server Time : 2022-01-19
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya