SURABAYA— TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II (Koarmada II) mengerahkan KRI Bung Hatta-370 untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Khatulistiwa 8 yang hilang setelah kapal kargo tersebut tenggelam di perairan utara Tuban, Jawa Timur.
KRI Bung Hatta-370 tiba di lokasi pencarian pada Jumat (9/10) pukul 05.00 WIB dan langsung bergabung dengan unsur SAR setempat. Kapal perang jenis korvet ini merupakan salah satu aset utama Koarmada II yang memiliki kemampuan multiperan, termasuk operasi SAR di laut lepas.
KM Khatulistiwa 8 merupakan kapal kargo berbendera Indonesia yang mengangkut 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings. Kapal bertolak dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban pada Rabu (7/10) pukul 17.30 WIB menuju Sampit, Kalimantan Tengah.
Sekitar pukul 21.37 WIB, kapal mengalami gangguan listrik (blackout) sebelum akhirnya tenggelam akibat benturan dengan kapal tongkang yang belum diketahui identitasnya. Insiden terjadi sekitar 9 mil laut dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.
Dari total 19 ABK, sebanyak 18 orang berhasil diselamatkan oleh TB Amazon Harbour dan kapal nelayan. Satu ABK atas nama Mayan Petter Saba (29), yang menjabat sebagai Mualim I, masih dalam pencarian.
Setibanya di lokasi, KRI Bung Hatta-370 segera berkoordinasi dengan unsur SAR setempat dan menempati sektor pencarian yang telah ditentukan. Upaya pencarian dilaksanakan dengan menyisir perairan hingga sejauh 20 mil laut ke arah barat laut dan sekitarnya.
Tim juga menerbangkan drone untuk memantau area di sekitar posisi terakhir kapal serta menyebarkan informasi melalui komunikasi radio kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.
Hingga Jumat (9/10), satu ABK KM Khatulistiwa 8 yang dilaporkan hilang masih belum ditemukan. Meskipun demikian, upaya pencarian terus dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kecelakaan laut yang membutuhkan koordinasi dan kerja sama antarpihak.
Keterlibatan Koarmada II dalam operasi SAR ini menegaskan kesiapsiagaan dan kepedulian TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat maritim, sekaligus menunjukkan komitmen untuk hadir memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan di laut, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
KRI Bung Hatta-370 merupakan kapal perang kedua jenis korvet kelas Bung Karno yang diproduksi oleh PT Karimun Anugrah Sejati, Batam. Kapal ini memiliki panjang 80,3 meter, lebar 12,6 meter, dan mampu mencapai kecepatan maksimal 25 knot .
Tentang KM Khatulistiwa 8, Jenis: Kapal kargo berbendera Indonesia, Muatan: 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings, Rute: Terminal Khusus PT SIG Tuban – Sampit, Kalimantan Tengah
Jumlah ABK: 19 orang, Korban: 18 selamat, 1 hilang (Mayan Petter Saba, Mualim I, 29 tahun)
(Grd/pen)














