Tiba Port Vila, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 Lanjutkan Misi Diplomasi Maritim Indonesia di Pasifik

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

PORT VILA, VANUATU — Setelah menempuh 10 hari pelayaran, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) yang tergabung dalam Satgas Gabungan Terpadu Port Visit 2026 resmi tiba di etape kedua, Main Wharf Port Vila, Vanuatu, Jumat (2/10/2026).

Kehadiran kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut ini menandai babak baru diplomasi maritim Indonesia di kawasan Pasifik dan Oseania.

Kedatangan Satgas disambut hangat oleh Athan RI untuk Australia dan Vanuatu Laksma TNI Novera Budi, didampingi Laksma TNI Yusliandi Ginting, Dubes Vanuatu di Canberra H.E. Jimmy Nipo, serta masyarakat sekitar. Antusiasme warga yang hadir di pelabuhan menjadi cerminan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Vanuatu.

Setibanya di Port Vila, Satgas langsung melaksanakan sejumlah agenda diplomasi dan kerja sama strategis. Di antaranya Courtesy Call kepada Perdana Menteri Vanuatu Jotham Napat, Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Dr. Siswo Pramono, serta Commissioner of the Vanuatu Police Force Kalshem Bongran. Pertemuan-pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia dengan Vanuatu di berbagai bidang.

Kehadiran Satgas Terpadu Port Visit 2026 di Vanuatu tidak hanya membawa misi diplomasi maritim, tetapi juga menghadirkan semangat persahabatan dan kepedulian melalui pelayanan kesehatan dan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat setempat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi TNI Angkatan Laut dalam membangun hubungan yang positif dengan masyarakat dan pemerintah Vanuatu.

Amanah Kasal: Diplomasi yang Bermanfaat

Kehadiran KRI WSH-991 di Vanuatu sekaligus membawa semangat persahabatan, kemanusiaan, dan kerja sama melalui misi Port Visit 2026. Hal ini sejalan dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan bahwa diplomasi TNI Angkatan Laut harus mampu menghadirkan manfaat, memperkuat persahabatan, serta membangun kerja sama dengan negara-negara sahabat demi mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan.

Melalui misi ini, TNI Angkatan Laut membuktikan bahwa kekuatan maritim bukan sekadar alat pertahanan, melainkan juga instrumen diplomasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat kawasan Pasifik.

(Pen/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *