JAKARTA — Sebanyak 79 pejabat dari unsur TNI-Polri serta kementerian, lembaga, dan instansi terkait resmi menerima Brevet Kehormatan Setia Waspada dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha pada Rabu (30/9), menandai pengangkatan mereka sebagai Warga Kehormatan Paspampres.
Berdasarkan keterangan PPID Paspampres, Danpaspampres Edwin Adrian Sumantha menegaskan bahwa penganugerahan brevet ini merupakan simbol kesamaan visi, komitmen, dan dedikasi dalam menjaga keamanan, kehormatan, serta keselamatan kepala negara.
“Tugas pengamanan VVIP menuntut kolaborasi yang solid, koordinasi terpadu, dan sinergitas seluruh unsur terkait,” ujar Edwin dalam amanatnya.
Ia menjelaskan bahwa sesanti “Setia Waspada” mengandung makna mendalam sebagai kompas moral dalam pengabdian: kesetiaan sebagai “Perisai Hidup” dan kewaspadaan sebagai kesiapsiagaan yang tidak pernah berhenti.
“Melalui penyematan brevet sekaligus pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Paspampres, diharapkan sinergitas dan kolaborasi antarinstansi semakin kuat dalam mendukung tugas pengamanan VVIP,” lanjutnya.
Pemberian brevet kehormatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang penganugerahan yang berlangsung sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada April 2026, sebanyak 63 personel TNI-Polri dan lembaga pemerintah menerima brevet serupa dalam upacara yang digelar di Mako Paspampres.
Kemudian pada Juli 2026, penghargaan yang sama kembali diberikan kepada 66 penerima dari berbagai unsur, termasuk Brigjen TNI Faizal Rizal dari Korem 052/Wijayakrama.
Yang menjadi sorotan, pada periode yang sama, prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD dari Batalion Arhanud 10/ABC turut menerima Brevet Kehormatan “Setia Waspada”. Pemberian brevet ini menjadi bukti nyata keberhasilan Tim Anti-Drone Yonarhanud 10/ABC dalam memperkuat benteng pertahanan berlapis Paspampres.
Di tengah dinamisnya ancaman era modern, Tim Anti-Drone Yonarhanud 10/ABC dinilai mampu menguasai spektrum teknologi serta memitigasi potensi ancaman wahana nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) secara presisi, responsif, dan terukur dalam setiap pengawalan VVIP RI 1.
“Penyematan Brevet ‘Setia Waspada’ bukan sekadar simbol kehormatan visual, melainkan amanah moral dan pendorong semangat (esprit de corps) untuk senantiasa menjaga kesiapsiagaan operasional tanpa kompromi,” tulis keterangan Penarhanud 10/ABC dalam keterangan resminya.
Integrasi antara keahlian taktis Paspampres dan keunggulan teknologi Anti-Drone Yonarhanud 10/ABC menegaskan komitmen TNI dalam merespons lanskap ancaman keamanan masa kini yang kian kompleks. Keberhasilan koordinasi antarsatuan ini menjadi tolak ukur standar pengamanan modern berbasis penguasaan teknologi.
Brevet kehormatan ini juga diterima oleh sejumlah pejabat daerah. Pada Februari 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, Dandim 0621, dan Kapolres Bogor menerima penghargaan serupa.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga sebuah komitmen bersama yang harus kita jaga,” kata Rudy Susmanto saat menerima brevet tersebut.
Sementara itu, Danlanud Abd Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara yang menerima brevet pada April 2026 menyatakan bahwa momentum ini tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga memperkuat soliditas dan kerja sama antar satuan dalam menjaga stabilitas serta keamanan nasional.
Dengan tersematnya Brevet “Setia Waspada”, para penerima mempertegas kesiapan mereka untuk terus melangkah di baris terdepan memastikan setiap jengkal ruang pengamanan VVIP senantiasa steril, aman, dan sepenuhnya terkendali demi kehormatan bangsa dan negara.
(Hms/GRD)














