SURABAYA – PT PAL Indonesia (Persero) terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui pengawasan berjenjang, target yang terukur, dan akuntabilitas dalam mengawal penyelesaian proyek-proyek strategis. Hal ini ditegaskan saat Wakil Komisaris Utama PT PAL Indonesia, Achmad Taufiqoerrochman, bersama jajaran Dewan Komisaris meninjau perkembangan proyek strategis dan fasilitas produksi perusahaan pada Selasa (15/09).
PT PAL Indonesia saat ini tengah menyelesaikan sejumlah proyek strategis yang menjadi bukti kapabilitas industri pertahanan nasional. Proyek-proyek tersebut meliputi kapal Landing Dock (LD) pesanan Filipina, Landing Platform Dock (LPD) 163 meter pesanan Uni Emirat Arab (UAE), serta kapal Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322.
Selain itu, perusahaan juga tengah merampungkan pembangunan fasilitas shiplift kapal selam yang akan memperkuat kemampuan pembangunan dan pemeliharaan kapal bawah laut. Fasilitas ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan kapabilitas industri pertahanan maritim nasional di masa depan.
Taufiqoerrochman menyatakan bahwa sejumlah proyek dan fasilitas tersebut menunjukkan kesiapan PT PAL Indonesia dalam menghadapi tantangan industri pertahanan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kesiapan tersebut harus disertai dengan pengawalan serta pengawasan secara konsisten dan menyeluruh.
“Kami melihat kesiapan dan komitmen seluruh jajaran dalam mengawal proyek-proyek strategis PT PAL. Dewan Komisaris akan terus mendukung dan memastikan pengawasan berjalan agar setiap proyek dapat diselesaikan secara optimal sesuai target,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain kemampuan produksi dan fasilitas, kesiapan industri pertahanan harus ditopang oleh penguasaan teknologi dan sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan apresiasinya atas dukungan jajaran Dewan Komisaris dalam mengawal proyek-proyek strategis. Menurutnya, sinergi seluruh unsur perusahaan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan proses bisnis perusahaan.
“Kebersamaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengawal penyelesaian proyek strategis perusahaan. Kami juga akan memastikan kebutuhan operasional, termasuk pengajuan personel untuk mendukung sailing pass FMP, dapat dikawal dengan baik,” ujarnya.
Melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, PT PAL Indonesia terus memperkuat kapabilitas produksi dan teknologi untuk memastikan proyek strategis berjalan optimal sekaligus memperkokoh fondasi industri pertahanan dan kemaritiman nasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PT PAL Indonesia untuk memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan kapasitas industri galangan nasional dalam menjawab kebutuhan strategis Indonesia.
Dengan tata kelola yang akuntabel dan pengawasan yang ketat, PT PAL Indonesia optimistis dapat menyelesaikan seluruh proyek strategis tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
(Hms/pal)














