SURABAYA – Tonggak sejarah baru dalam penguatan pertahanan maritim Indonesia resmi dimulai. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin langsung seremoni First Steel Cutting atau pemotongan baja pertama kapal selam Scorpene Republik Indonesia, di fasilitas PT PAL Indonesia, Ujung, Surabaya, Jumat (7/8/2026).
Momen krusial ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda visi besar modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) strategis TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Dalam amanahnya yang tegas dan visioner, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa pembangunan kapal selam Scorpene adalah wujud nyata komitmen TNI AL dalam membangun kekuatan pertahanan bawah laut yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
“Modernisasi alutsista strategis adalah sebuah keniscayaan yang harus kita laksanakan secara terukur dan berkelanjutan. Hari ini, kita tidak hanya memotong baja, tetapi kita meletakkan fondasi bagi masa depan pertahanan laut Indonesia yang lebih kuat,” tegas Kasal di hadapan jajaran petinggi TNI AL dan Kementerian Pertahanan.
Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., para Asisten Kasal, Pejabat Utama Koarmada II, serta jajaran direksi PT PAL Indonesia dan perwakilan dari Naval Group Prancis. Kehadiran para pemimpin utama pertahanan negara ini menegaskan sinergi kuat dalam mewujudkan poros maritim dunia.
Amanah Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
Dalam amanahnya, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyoroti aspek paling vital dari proyek ini, yaitu lompatan teknologi dan kemandirian industri pertahanan. Kolaborasi strategis antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis ini dirancang bukan sekadar transfer teknologi (transfer of technology), melainkan juga penguasaan penuh atas proses engineering, rancang bangun, hingga pemeliharaan kapal selam di masa depan oleh putra-putri terbaik bangsa.
“Pembangunan kapal selam Scorpene ini adalah katalisator. Fokus kita bukan hanya memiliki alutsista canggih, tetapi bagaimana kita secara sistematis dan masif meningkatkan penguasaan teknologi tinggi, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia unggul, dan pada akhirnya memperkuat kemampuan litbang serta pemeliharaan secara mandiri di dalam negeri. Inilah esensi dari pertahanan yang berdaulat,” ujar Kasal penuh keyakinan.
Pernyataan ini menjadi amanah langsung kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PT PAL Indonesia sebagai lead integrator, untuk memaksimalkan penyerapan ilmu dan teknologi dari mitra global. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian alutsista guna mengurangi ketergantungan pada pihak asing.
Kehadiran kapal selam kelas Scorpene diproyeksikan akan menjadi game changer dalam strategi pertahanan laut nusantara. Dikenal dengan teknologi siluman (stealth) akustik yang canggih, kemampuan tempur ofensif, dan daya jelajah tinggi, kapal selam ini akan memperkuat secara signifikan kemampuan sea denial dan deterrence TNI AL di wilayah perairan strategis Indonesia.
Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya yang hadir langsung dalam prosesi tersebut, merepresentasikan dukungan penuh Koarmada II sebagai pengguna utama kekuatan kapal selam di wilayah timur Indonesia. Kehadirannya menegaskan kesiapan Koarmada II dalam mengawal proses pembangunan hingga kesiapan operasional kapal selam Scorpene ini.
“Prosesi first steel cutting ini adalah penanda dimulainya sebuah era baru bagi kekuatan bawah laut kita. Ini adalah lompatan teknologi yang akan menjadikan TNI AL semakin profesional, modern, dan tangguh,” ujar Pangkoarmada II.
Dengan dimulainya pembangunan fisik ini, TNI Angkatan Laut di bawah kepemimpinan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kian memantapkan langkahnya menuju transformasi menjadi World Class Navy. Kapal selam Scorpene diharapkan tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam membangun industri pertahanan yang mandiri, maju, dan berdaya saing global.
(Pen/2)














