JAKARTA – Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) beserta tim gabungan bergerak cepat merespons dan menanggulangi dampak bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di kawasan Pelabuhan L. Say Maumere, Sabtu (15/08).
Langkah cepat ini merupakan implementasi langsung amanah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan.

Gempa tektonik terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat LS 8,33° dan BT 121,32°, sekitar 38 km Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 km.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim perbantuan TNI AL langsung diterjunkan sejak pukul 08.00 WITA untuk melakukan pemantauan, pengamanan, dan penanganan darurat di area pelabuhan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, bencana ini mengakibatkan, 2 korban meninggal dunia atas nama Bernadus Muda (66 tahun) dan Maria Diana Meliana (54 tahun) akibat tertimpa material beton, 2 korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis, Proses pendataan identitas korban dan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Respons Cepat TNI AL dan Tim Gabungan
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., menyampaikan bahwa TNI AL menerjunkan personel tim pengamanan pelabuhan yang berkolaborasi erat dengan personel PT Pelindo.
Tim gabungan tersebut bertugas, Menyisir area pelabuhan pascagempa.
Mengamankan objek vital, Membantu proses evakuasi warga, Memastikan jalur logistik maritim tetap terkendali.
Situasi dan kondisi di Pelabuhan L. Say Maumere berada dalam pengawasan penuh TNI AL dan instansi terkait. Pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi potensi gempa susulan serta memastikan keselamatan masyarakat dan aktivitas di kawasan pelabuhan.
KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa pengerahan personel dan unsur TNI AL dalam penanganan gempa di Maumere merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Saya perintahkan seluruh jajaran TNI AL, khususnya di wilayah NTT, agar bergerak cepat, profesional, dan humanis. Perkuat sinergi dengan BPBD, Polri, Pelindo, dan pemerintah daerah. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan sampai bantuan kemanusiaan dan jalur logistik maritim terhambat,” tegas KASAL dalam kesempatan.
TNI AL juga menyiagakan unsur patroli laut dan personel kesehatan guna mendukung evakuasi serta distribusi bantuan melalui jalur laut apabila diperlukan.
Pengerahan unsur tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di wilayah Indonesia, sekaligus menjadi bukti nyata implementasi OMSP yang berorientasi pada keselamatan masyarakat, keamanan maritim, dan kepentingan nasional.
Dengan sinergi yang solid antara TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, penanganan dampak gempa di Pelabuhan L. Say Maumere diharapkan dapat berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.
(Gas/pen)














