NATUNA – Mengubah paradigma keamanan dari pendekatan keras (represif) menuju pelukan hangat persaudaraan (kolaboratif). Inilah ruh dari Program Sabuk Kamtibmas yang resmi diluncurkan Polsek Bunguran Timur, Polres Natuna, pada Rabu, 22 April 2026.
Bertempat di Ruang Kapolsek, AKP Nellay Boy memimpin langsung pertemuan strategis bersama jajaran pemerintah kecamatan dan para tokoh organisasi masyarakat (Ormas). Kegiatan ini menjadi penanda babak baru dalam menjaga kondusivitas di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, S.E., Ketua GP Ansor Natuna Junaidi Abdillah, S.T., Ketua Himpunan Keluarga Serasan (HKS), Ketua Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB), serta jajaran perwira Polsek Bunguran Timur.
“Masyarakat Bukan Objek, Tapi Subjek Keamanan”
Dalam sambutannya, Kapolsek Bunguran Timur AKP Nellay Boy menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengejawantahan langsung dari Program Prioritas Kapolri. Sabuk Kamtibmas hadir untuk mengikat erat seluruh elemen masyarakat dalam satu ikatan tanggung jawab bersama.
“Kami mengundang bapak dan ibu sekalian untuk merubah paradigma. Penegakan keamanan yang dulu cenderung represif atau penindakan, kini kita ubah menjadi kolaboratif. Masyarakat adalah subjek utama. Kami ingin menghidupkan kembali ronda, menggelar pelatihan pengamanan, agar tercipta ‘sabuk’ pengaman yang mengikat persaudaraan kita,” ujar AKP Nellay Boy di hadapan para undangan, Rabu (22/4).
Kapolsek juga menekankan pentingnya revitalisasi Siskamling sebagai garda terdepan keamanan lokal yang mandiri.
Dukungan penuh mengalir dari unsur pemerintahan. Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, S.E., menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Siskamling di titik-titik strategis seperti Batu Hitam dan Bandarsyah. Ke depan, Pos Kamling akan diperluas hingga ke level RT/RW.
“Menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami siap bersinergi mewujudkan Bunguran Timur yang aman dan nyaman,” tegas Tarmizi.
Momen paling humanis justru datang dari Ketua Umum GP Ansor Natuna, Junaidi Abdillah, S.T., yang juga menjabat sebagai Ketua Among Mitro. Ia menyambut baik inisiatif ini sebagai ruang pembuktian diri bagi Banser (Barisan Ansor Serbaguna).
“Di media sosial, Banser kadang dinilai negatif oleh segelintir pihak. Melalui Sabuk Kamtibmas ini, kami mendapatkan dorongan dan motivasi. Ini wadah bagi kami untuk membuktikan bahwa Banser hadir untuk bermanfaat bagi lingkungan, turut serta menjaga kedamaian di Natuna,” ungkap Junaidi dengan penuh antusias.
Puncak acara ditandai dengan seremoni peluncuran yang unik dan sarat makna. AKP Nellay Boy bersama Camat Tarmizi melakukan pemukulan pentungan secara bersamaan, diikuti oleh seluruh pimpinan Ormas yang hadir.
Bunyi pentungan itu bukanlah simbol kekerasan, melainkan simbol alarm kebangkitan semangat gotong royong di bidang keamanan.
Sementara itu, Panit Intel Polsek Bunguran Timur, Bripka Solihin, menutup sesi dengan apresiasi tinggi atas kepedulian para tokoh masyarakat. Ia berharap sinergitas ini terus terjalin kuat, mengingat posisi strategis Natuna sebagai beranda terdepan NKRI.
Program Sabuk Kamtibmas merupakan strategi pemolisian masyarakat (Polmas) yang digagas untuk membangun ketahanan lingkungan dari tingkat paling dasar.
Dengan adanya kolaborasi antara Polsek Bunguran Timur, Pemerintah Kecamatan, GP Ansor, HKS, dan IKKB, diharapkan potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Natuna dapat diredam sejak dini.
(GRD)













