UPDATE Pencarian: TNI AL Kerahkan KRI Leuser dan KRI Kerambit Cari Speedboat Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

PANDEGLANG – Upaya pencarian terhadap speedboat yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan. Tidak hanya mengandalkan kapal milik Basarnas, kini TNI Angkatan Laut (AL) resmi menurunkan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk memperluas area penyisiran.

Insiden memilukan ini bermula ketika kapal cepat tersebut bertolak dari Dermaga Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal yang mengangkut delapan orang ini kehilangan kontak hanya 42 menit setelah keberangkatan, tepatnya pada pukul 14.42 WIB di posisi antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Meskipun sinyal terakhir kapal sempat terdeteksi berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB, hingga Rabu (9/9/2026) pagi, kapal beserta seluruh penumpangnya belum juga ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa total terdapat delapan orang di dalam speedboat nahas tersebut. Berikut daftar identitas para korban:

Awak Kapal dan Pemandu:

1. Warta (55) – Kapten Kapal

2. Surakman (60) – ABK (Anak Buah Kapal)

3. Heriyanto (49) – Pemandu Wisata (Guide)

 

Rombongan Jurnalis:

1. M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis Antara

2. Arie Basuki – Jurnalis Merdeka

3. Yudistiro Pranoto (43) – Jurnalis iNews

4. Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu Agency

5. Donal Husni – Jurnalis Lepas

Data terbaru yang diterima redaksi dari TNI Angkatan Laut menunjukkan adanya pengerahan kekuatan signifikan untuk mendukung operasi SAR ini. Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten telah mengerahkan sejumlah aset strategis, menandakan eskalasi serius dalam upaya pencarian.

Berikut adalah unsur-unsur TNI AL yang dikerahkan, Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer, RHIB Peucang, KRI Leuser, KRI Kerambit.

Selain pengerahan kapal perang, TNI AL juga menambah jumlah personel dari beberapa pos pengawasan (Posal) dan pos pembinaan potensi maritim (Posbinpotmar) di sekitar Selat Sunda. Tambahan personel tersebut meliputi:

1. Personel dari Posal Pulau Sangiang

2. Posbinpotmar Anyer

3. Posal Sumur

4. Posbinpotmar Labuan

Keterlibatan KRI Leuser dan KRI Kerambit diharapkan mampu menjangkau area pencarian yang lebih luas dan dalam, mengingat kedua kapal tersebut memiliki kemampuan navigasi dan deteksi yang lebih mumpuni dibandingkan kapal patroli biasa.

Kantor Basarnas Banten menerima laporan resmi pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB dari pihak wartawan Antara Banten. Unit Siaga SAR Pandeglang langsung memberangkatkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) pada pukul 14.15 WIB. Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten juga memberangkatkan kapal utama KN SAR Tetuka menuju titik perkiraan lokasi kejadian (LKP).

Operasi hari pertama melibatkan ratusan personel gabungan dari KPP Banten, Polairud Polda Banten, Ditpolairud Mabes, TNI AL, Babinsa, Balawista, serta nelayan setempat. Tim dilengkapi drone thermal, peralatan SAR air, serta peralatan medis.

Penyisiran menggunakan RIB difokuskan pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, mencakup area Pulau Rakata dan Pulau Panjang, namun hasilnya masih nihil.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin 14 knot serta ketinggian gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter. Kondisi ini relatif kondusif untuk operasi pencarian.

Operasi SAR sempat dihentikan pada Selasa malam karena faktor keamanan. KN SAR Tetuka dijadwalkan lego jangkar sebagai posko terapung. Dengan masuknya dukungan KRI Leuser dan KRI Kerambit, pencarian intensif pada Rabu (9/9/2026) ini diharapkan membuahkan hasil.

TNI AL akan terus mengoptimalkan kemampuan unsur operasionalnya Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam mendukung pencarian hingga korban ditemukan.

Langkah tersebut sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL senantiasa hadir memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga dan redaksi tempat para jurnalis bekerja masih menanti kabar baik dari tim SAR yang bertugas di lapangan.

(Bro/GRD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *