TNI AL dan Republic of Korea Navy Gelar Latma DIVEX 2026 Perkuat Sinergi Operasi Bawah Air

Latma DIVEX merupakan latihan bersama dua tahunan yang bertujuan untuk mempertukarkan keahlian teknis dan taktis di bidang penyelaman militer, bawah air, dan operasi penyelamatan.
Latma DIVEX merupakan latihan bersama dua tahunan yang bertujuan untuk mempertukarkan keahlian teknis dan taktis di bidang penyelaman militer, bawah air, dan operasi penyelamatan.

KOREA — Dalam upaya memperkuat interoperabilitas dan profesionalisme prajurit di domain bawah air, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bersama Republic of Korea Navy (ROKN) resmi menggelar Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026. Latihan strategis ini berlangsung di Jinhae Naval Base dan Pulau Jeju, Korea Selatan, mulai 25 hingga 30 Agustus 2026.

‎Latma DIVEX 2026 yang pelaksanaannya dilakukan secara bergantian setiap tahun antara Indonesia dan Korea Selatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan operasi penyelaman, penyelamatan bawah air, serta kesiapan menghadapi misi kemanusiaan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

‎TNI AL mengerahkan 10 personel terbaik dari Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) serta 2 personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska). Satuan tugas (Satgas) ini dipimpin langsung oleh Letkol Laut (S) Mz Lerry yang saat ini menjabat sebagai Wadan Satkoppeba 3.

‎Kehadiran dua satuan elite ini Koppeba sebagai spesialis penyelamatan bawah air dan Kopaska sebagai pasukan khusus menegaskan komitmen TNI AL dalam menguasai spektrum operasi bawah air secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis penyelaman hingga taktis.

‎Latihan ini dirancang dengan kurikulum yang komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertahanan maritim. Adapun materi latihan mencakup:

‎1. Prosedur Wet-Bell Diving: Aplikasi teknik penyelaman lanjutan untuk operasi bawah air dalam kondisi kompleks.

‎2. Helicopter Rescue Swimming: Simulasi penyelamatan korban menggunakan helikopter di perairan terbuka.

‎3. Pengoperasian ROV (Remotely Operated Vehicle): Pemanfaatan robot bawah air untuk pengamatan visual dan identifikasi objek.

‎4. Side Scan 3D Sonar: Teknik pencarian dan pemetaan objek bawah air menggunakan sonar tiga dimensi untuk mendeteksi sasaran secara presisi.

‎5. Field Tactical Exercise (FATEX): Simulasi misi nyata meliputi Search and Rescue (SAR) bawah air, evakuasi black box, hingga pengangkatan benda berat menggunakan lifting bag.

‎Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Pertama TNI Baroyo Eko Basuki, didampingi Kolonel Laut (P) Norman Faizal, turun langsung meninjau pelaksanaan latihan. Kehadiran pejabat tinggi TNI AL tersebut juga disambut oleh delegasi militer ROK Navy, menandakan eratnya hubungan kerja sama kedua angkatan laut.

‎Dalam keterangannya, Laksma TNI Baroyo Eko Basuki menyampaikan bahwa Latma DIVEX 2026 bukan sekadar agenda rutin bilateral, melainkan wahana strategis pertukaran pengetahuan dan teknologi.

‎“Latihan ini merupakan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan,” ujarnya.

‎Dengan terselenggaranya latihan ini, TNI AL dan ROKN menegaskan komitmen bersama dalam membangun kepercayaan (Trust Building), meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta menjawab tantangan keamanan di domain maritim yang semakin dinamis. Sinergi ini juga menjadi bukti nyata penguatan diplomasi militer Indonesia di kancah internasional, khususnya di bidang operasi bawah air.

(GAS/PEN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *