Laksamana Muhammad Ali Resmikan First Steel Cutting Kapal Selam Scorpene Pertama di PT PAL, Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., memimpin langsung prosesi first steel cutting atau pemotongan baja pertama kapal selam Scorpene Republik Indonesia
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., memimpin langsung prosesi first steel cutting atau pemotongan baja pertama kapal selam Scorpene Republik Indonesia

SURABAYA – TNI Angkatan Laut mencatat tonggak sejarah baru dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) strategis. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., memimpin langsung prosesi first steel cutting atau pemotongan baja pertama kapal selam Scorpene Republik Indonesia #1 W000309 di fasilitas PT PAL Indonesia, Ujung, Surabaya.

Upacara ini menandai dimulainya pembangunan fisik kapal selam canggih yang akan memperkuat pertahanan bawah laut nasional.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo, para Asisten Kasal, jajaran Pejabat Utama Komando Armada (Koarmada) II, serta direksi PT PAL Indonesia dan perwakilan Naval Group Prancis. Kehadiran para pemangku kepentingan utama pertahanan maritim menegaskan bobot strategis proyek kerja sama bilateral ini.

Dalam sambutannya, Laksamana Ali menekankan bahwa pembangunan kapal selam Scorpene merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak modernisasi alutsista yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar proyek pengadaan, tetapi lompatan strategis untuk mewujudkan postur TNI AL yang modern, profesional, dan mampu menjaga kedaulatan laut Nusantara,” ujarnya. Lebih jauh, ia menyoroti dimensi kemandirian industri pertahanan yang melekat pada proyek ini.

Kerja sama antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis memang dirancang untuk membawa manfaat ganda: selain menghasilkan platform kapal selam kelas dunia, proyek ini juga menjadi wahana transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguasaan siklus pemeliharaan dan perbaikan di dalam negeri.

“Kita tidak hanya membangun kapal selam, tetapi juga membangun kemampuan shipbuilding nasional yang berdaulat dan berdaya saing global,” tegas Kasal.

Pangkoarmada II yang turut hadir menyampaikan bahwa prosesi first steel cutting ini merupakan penegasan komitmen jajaran Koarmada II dalam mendukung setiap langkah strategis TNI AL.

Dukungan penuh diberikan untuk memastikan kelancaran pembangunan, sehingga kapal selam Scorpene dapat segera memperkuat armada tempur dan menjaga kepentingan maritim Indonesia.

Pembangunan kapal selam Scorpene diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan deterrence bawah laut yang kredibel.

Kehadiran kapal selam ini nantinya akan melengkapi jajaran kapal selam TNI AL yang sudah ada, sekaligus membuktikan kemampuan Indonesia dalam mengoperasikan dan memproduksi teknologi pertahanan mutakhir.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *