Wakil Rakyat Merakyat, Sufmi Dasco Ajak Pengusaha Bangun Ekosistem Medsos Sehat demi Jaga Stabilitas Ekonomi

Prof Sufmi Dasco
Prof Sufmi Dasco

MAKASSAR – Menampilkan gaya komunikasi yang membumi dan menyentuh kepentingan rakyat kecil, Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, kembali menegaskan perannya sebagai wakil rakyat yang merakyat.

Kali ini, politisi senior tersebut turun langsung mengajak ribuan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk mengambil peran aktif menciptakan ekosistem media sosial yang sehat. Langkah ini dinilainya krusial sebagai fondasi menjaga stabilitas ekonomi, iklim investasi, dan kondusivitas politik nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Dasco di hadapan peserta Rapat Kerja Koordinasi Nasional (Rakerkornas) Apindo di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).

Dalam sesi sambutannya, ia tidak berbicara dalam bahasa hukum yang kaku, melainkan menggunakan pendekatan khas “merakyat” yang menekankan pentingnya edukasi dari level paling bawah, yakni para pekerja.

Pengusaha Punya Tanggung Jawab Sosial di Ranah Digital

Dalam pandangan Dasco, kalangan dunia usaha memiliki pengaruh yang sangat besar karena membawahi jutaan tenaga kerja yang setiap hari berinteraksi di platform digital. Oleh karena itu, perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada produktivitas semata, tetapi juga wajib memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi pekerjanya.

“Para pengusaha yang memiliki banyak tenaga kerja juga bisa memberikan contoh bagaimana kita bermedia sosial yang sehat. Hal ini penting karena salah satu yang mengganggu stabilitas ekonomi dan politik saat ini adalah kondisi media sosial yang kurang sehat,” ujar Dasco dengan nada penuh keakraban, seolah menyamakan posisinya dengan para peserta.

Gaya komunikasi “merakyat” Dasco terlihat dari caranya menyederhanakan isu kompleks. Ia menilai, jika setiap perusahaan mampu mengedukasi karyawannya untuk menyaring informasi, maka penyebaran hoaks dan konten provokatif yang meresahkan pasar dapat ditekan.

Menurutnya, kondisi media sosial yang tidak sehat terbukti mampu memengaruhi kepercayaan publik, volatilitas pasar, bahkan menggoyahkan stabilitas dunia usaha.

Tidak hanya berbicara soal dunia digital, Dasco juga menyentuh isu krusial yang langsung berdampak pada hajat hidup pekerja dan pengusaha: revisi regulasi ketenagakerjaan.

Dengan gaya yang inklusif, ia mengajak pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja untuk memperkuat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa DPR tidak ingin melahirkan undang-undang yang elitis, melainkan regulasi yang benar-benar menjadi milik bersama.

“Kita sudah bertekad bahwa pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja akan bersama-sama melahirkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Tentunya undang-undang yang menjadi milik semua pihak, bukan hanya milik salah satu pihak, sehingga benar-benar sehat dan bermanfaat bagi kita semua,” tegasnya.

Pernyataan ini mendapat respons positif dari peserta Rakerkornas. Komitmen Dasco untuk mendorong regulasi adaptif ini menunjukkan sisi keberpihakannya tidak hanya kepada pengusaha besar, tetapi juga kepada perlindungan hak-hak pekerja di akar rumput.

Menutup arahannya, Dasco menyampaikan keyakinannya bahwa sinergi antara dunia usaha yang kuat dan ekosistem digital yang sehat akan menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia.

“Saya akan terus mendorong bagaimana semangat itu bisa diwujudkan. Pengusaha yang kuat akan membuat Indonesia semakin maju,” tutup Dasco, disambut tepuk tangan meriah peserta Rakerkornas Apindo.

Sumber: GRD/RRI

Penulis: Rahmad Editor: Gurindam ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *