GURINDAM.ID – Dalam upaya memperkokoh pertahanan di wilayah perbatasan, unsur TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan taringnya. Kapal Republik Indonesia (KRI) Ajak-653 yang tergabung dalam jajaran Guspurla Koarmada II sukses melaksanakan Kerja Sama Taktis (Kersamtis) strategis dengan Pesawat Patroli Maritim Boeing 737 TNI AU di Utara Perairan Karang Unarang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Patroli Keamanan Wilayah Laut dan Udara (Pamtas) RI-Malaysia ini menjadi bukti nyata implementasi doktrin operasi gabungan guna menjaga kedaulatan wilayah yurisdiksi nasional.
Mengusung semangat jointness, latihan ini difokuskan pada peningkatan interoperabilitas, koordinasi, serta kemampuan tempur antar matra.
Sasaran utamanya adalah menyempurnakan respons taktis dalam menghadapi potensi ancaman di wilayah perbatasan yang kerap menjadi titik rawan pelanggaran.
Rangkaian latihan dimulai dengan Air Joining Procedure (AJP). Ini merupakan prosedur vital saat pesawat bergabung dengan unsur kapal perang.
Dalam tahap ini, KRI Ajak-653 dan awak Boeing 737 menyelaraskan komunikasi, melakukan identifikasi sasaran secara presisi, serta bertukar informasi taktis secara real-time.
Sinkronisasi manuver antara dua alutsista beda dimensi ini berlangsung mulus, menandakan profesionalisme tinggi para prajurit.
Memasuki fase puncak, latihan berlanjut pada Peran Tempur Bahaya Udara. Simulasi ini menguji kesiapsiagaan awak KRI Ajak-653 dalam menghadapi ancaman serangan udara mendadak. Seluruh prosedur tempur dikerahkan: mulai dari deteksi dini sasaran, pelaporan kontak udara yang cepat, manuver taktis kapal untuk menghindari lock-on radar, hingga simulasi pengoperasian sistem persenjataan. Kondisi ini dirancang sedekat mungkin dengan situasi pertempuran sebenarnya.
Komandan KRI Ajak-653, Letkol Laut (P) Denny Firdian Himawan, menegaskan bahwa Kersamtis ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud komitmen prajurit matra laut.
“Pelaksanaan Kerja Sama Taktis ini selaras dengan penjabaran motto Pangkoarmada II, Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, S.H., M.Si., yaitu ‘Integrity in Professionalism’. Ini adalah pedoman kami untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan tempur serta memperkuat sinergitas antara TNI AL dan TNI AU,” tegas Letkol Denny di atas geladak KRI Ajak-653.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa interoperabilitas semacam ini adalah kunci keberhasilan Operasi Pamtas dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagaimana selalu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana TNI Dr Muhammad Ali pelaksanaan tugas pertahanan matra laut, penegakan hukum dan keamanan di laut yurisdiksi nasional, serta pelaksanaan tugas diplomasi angkatan laut.
Latihan ini menandakan bahwa alutsista TNI, baik di laut maupun udara, berada dalam kondisi siaga tinggi untuk merespons setiap dinamika di wilayah perbatasan, sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kedaulatan NKRI di Laut Natuna Utara dan perairan strategis lainnya tidak dapat ditawar.
(GRD/pen)














