ANAMBAS – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di wilayah kepulauan, Pos SAR Anambas yang merupakan satuan kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, mengambil peran vital sebagai narasumber dalam Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) mitigasi bencana.
Kegiatan yang digelar Polres Kepulauan Anambas ini berlangsung intensif di Gedung Bhayangkara Mapolres Kepulauan Anambas pada Kamis (30/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 15.30 WIB ini diikuti oleh 40 personel Polres Kepulauan Anambas.
Tidak hanya melibatkan Basarnas, kegiatan ini juga diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran sebagai narasumber, menciptakan kolaborasi lintas instansi yang solid.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Pos SAR Anambas. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa materi pelatihan dirancang spesifik untuk menjawab tantangan geografis Anambas yang didominasi lautan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan ini. Materi yang kami sampaikan berfokus pada teknik pertolongan keselamatan di air (Water Rescue) serta Medical First Responder (MFR). Kemampuan ini krusial untuk mendukung tugas kepolisian saat menangani kecelakaan laut maupun kondisi darurat lainnya,” ujar Abdul Rahman.
Lebih lanjut, Abdul Rahman menegaskan bahwa sinergi antara Basarnas, kepolisian, dan seluruh unsur terkait merupakan kunci efektivitas penanganan keadaan darurat.
Di wilayah kepulauan dengan mobilitas transportasi laut yang tinggi, respons cepat dan koordinasi tanpa hambatan menjadi harga mati.
“Sinergi yang baik akan melahirkan penanganan yang cepat dan tepat. Melalui latihan bersama seperti ini, kemampuan personel semakin terasah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara maksimal,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga di jalur perbatasan. Abdul Rahman berharap kolaborasi strategis antara Basarnas dan Polres Kepulauan Anambas dapat terus berlanjut melalui berbagai program peningkatan kapasitas.
Menurutnya, pelatihan berkelanjutan adalah investasi penting dalam menjaga kesiapsiagaan personel, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam dan situasi darurat maritim yang kerap mengintai wilayah perbatasan.
(Rls/GRD)














