Kunjungan Strategis Kasal ke Rusia: Jajaki Penguatan Teknologi Kapal Selam dan Diplomasi Maritim

Jalesveva Jayamahe Di negara Rusia
Jalesveva Jayamahe Di negara Rusia

SAINT PETERSBURG, RUSIA – Dalam sebuah langkah diplomasi pertahanan yang strategis, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin langsung delegasi TNI Angkatan Laut mengunjungi pusat industri pertahanan Rusia.

Rangkaian Kunjungan yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) ini berfokus pada penguatan kerja sama teknologi bawah air serta menghadiri pertemuan bilateral dengan pucuk pimpinan Angkatan Laut Rusia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,SE,,M,,M,M,Tr,Opsla, Melaksanakan Pertemuan Dengan Commander in Chief of the Russian Navy, Admiral of the Fleet Alexander Alekseyevich Moiseyev di Russian Navy’s Main Headquarters Admiralty, Saint Petersburg.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,SE,,M,,M,M,Tr,Opsla, Melaksanakan Pertemuan Dengan Commander in Chief of the Russian Navy, Admiral of the Fleet Alexander Alekseyevich Moiseyev di Russian Navy’s Main Headquarters Admiralty, Saint Petersburg.

Bertempat di Markas Besar Angkatan Laut Rusia (Russian Navy’s Main Headquarters Admiralty), Kasal disambut oleh Panglima Tertinggi Angkatan Laut Rusia, Admiral of the Fleet Alexander Alekseyevich Moiseyev.

Momentum kunjungan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Laut Rusia (Russian Navy Day), menandakan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, kedua pemimpin angkatan laut membahas peta jalan kerja sama strategis yang komprehensif. Poin-poin krusial yang menjadi sorotan meliputi peningkatan intensitas latihan bersama, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta transfer pengetahuan di bidang teknologi pertahanan maritim modern.

Namun, agenda yang paling mencuri perhatian adalah kunjungan Kasal ke Admiralty Shipyard, galangan kapal legendaris yang menjadi pusat produksi kapal selam canggih Rusia. Di lokasi ini, Laksamana Ali dan delegasi meninjau langsung kemampuan industri pertahanan Rusia dalam memproduksi kapal selam diesel-elektrik dan kapal permukaan.

Kunjungan ini memicu spekulasi positif mengenai ketertarikan Indonesia dalam memperkuat armada kapal selamnya. Seperti diketahui, TNI AL saat ini telah mengoperasikan kapal selam kelas Kilo buatan Rusia, dan peningkatan kapasitas pertahanan bawah air menjadi salah satu prioritas utama mengingat luasnya yurisdiksi laut Indonesia.

Diplomasi Bebas Aktif ala Prabowo: “Seribu Kawan, Nol Musuh”

Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa keterlibatan aktif dengan berbagai negara, termasuk Rusia, adalah wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto. Prinsip “Thousand Friends, Zero Enemy” menjadi roh dari manuver diplomasi ini, menempatkan Indonesia sebagai poros maritim yang dihormati tanpa terjebak dalam polarisasi geopolitik global.

“Peningkatan hubungan kerja sama dengan negara sahabat merupakan implementasi tugas diplomasi Angkatan Laut. Ini adalah instrumen vital untuk confidence building measure, memastikan stabilitas kawasan, dan menjamin keamanan maritim sesuai konstitusi,” ujar Kasal dalam keterangannya.

Delegasi TNI AL yang hadir terdiri dari jajaran tinggi, termasuk Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada), Asisten Perencanaan (Asrena), Asisten Intelijen (Asintel), Asisten Operasi (Asops) Kasal, serta Atase Pertahanan RI di Moskow. Kehadiran para pejabat utama ini menandakan keseriusan TNI AL dalam menindaklanjuti hasil pertemuan ke dalam program teknis yang implementatif.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi TNI AL dalam mewujudkan World Class Navy yang mampu menjaga kedaulatan di tengah kompleksitas ancaman maritim. Dengan memadukan prinsip bebas aktif dan penguasaan teknologi strategis, Indonesia terus memperkokoh posisi tawarnya di pentas global.

(GRD/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *