JAKARTA – Di tengah riuhnya perdebatan publik soal kebijakan efisiensi anggaran, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan sinyalemen kuat untuk menjaga nadi pembangunan daerah.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, secara khusus menerima jajaran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dalam sebuah dialog tertutup nan strategis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (24/7) pagi.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pimpinan Gedung Nusantara III ini menjadi panggung penting bagi para Bupati untuk menyuarakan langsung kegelisahan dan aspirasi mereka.
Dipimpin langsung oleh Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, rombongan kepala daerah kompak menyoroti satu isu krusial: dampak efisiensi anggaran terhadap keberlanjutan layanan publik di tingkat kabupaten.
Dialog ini lebih dari sekadar pertemuan seremonial. Para Bupati dari berbagai provinsi menyampaikan beragam masukan, mulai dari kompleksitas tata kelola pemerintahan daerah hingga kebutuhan mendesak akan dukungan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah masing-masing.
Namun, benang merah pembicaraan mengerucut pada kekhawatiran bahwa pemangkasan anggaran dapat melumpuhkan kemampuan daerah dalam menghadirkan layanan dasar.
Menanggapi hal tersebut, DPR RI menunjukkan empati dan pemahaman mendalam atas dinamika fiskal yang dihadapi para kepala daerah. Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa parlemen tidak akan tinggal diam dan membuka ruang seluas-luasnya bagi penyaluran aspirasi.
“Kami di DPR RI hadir untuk mendengar langsung suara para Bupati. Aspirasi dari APKASI hari ini menjadi masukan penting bagi kami untuk terus mendorong kebijakan anggaran yang berpihak pada percepatan pembangunan daerah,” ujar Cucun dengan nada optimistis.
Lebih lanjut, Sufmi Dasco Ahmad memastikan bahwa masukan yang disampaikan oleh para Bupati tidak akan berhenti di meja rapat. Pihaknya berkomitmen untuk menjadi jembatan solusi dengan meningkatkan intensitas koordinasi bersama pemerintah pusat. Langkah ini krusial agar kebijakan efisiensi anggaran tidak kontraproduktif dengan target pembangunan di lapangan.
“Hasil dialog hari ini akan menjadi bahan bagi DPR RI untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar arah kebijakan efisiensi anggaran tetap sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tegas Dasco.
APKASI Apresiasi, Tekankan Jaga Kualitas Layanan Dasar
Apresiasi tinggi datang dari Bursah Zarnubi. Ia menilai dialog ini sebagai bukti nyata sinergi yang sehat antara pusat dan daerah di tengah tantangan fiskal. Bursah menekankan, seefisien apa pun anggaran yang dirancang, ia tidak boleh mengorbankan tiga pilar utama pelayanan masyarakat.
“Kami mengapresiasi ruang dialog yang diberikan pimpinan DPR RI hari ini. APKASI berharap kebijakan efisiensi anggaran ke depan tetap memberi ruang bagi daerah untuk menjaga kualitas layanan dasar bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur,” kata Bursah.
Hadir dalam pertemuan ini para pemimpin daerah dari berbagai penjuru Nusantara, antara lain, Dr. H. Arief Rohman (Bupati Blora), Radityo Egi Pratama (Bupati Lampung Selatan), Joune J.E. Ganda (Bupati Minahasa Utara), Dr. H. M. Dadang Supriatna (Bupati Bandung), Witiarso Utomo (Bupati Jepara), H. Ischak Maulana Rohman (Bupati Tegal), Jon Firman Pandu (Bupati Solok), Ella Nuryamah (Bupati Lampung Timur).
Melalui pertemuan ini, DPR RI menegaskan kembali komitmennya untuk tidak hanya berfungsi sebagai legislator, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berkeadilan dan mendukung kemajuan daerah di seluruh Indonesia.
(Gas/FER)














