TNI AL Kerahkan Kodaeral I Bantu Pemkot Medan Berantas Narkoba, Begal, dan Tawuran di Belawan

TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) I
TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) I

JAKARTA — Menindaklanjuti arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) I menggelar operasi perbantuan penanggulangan peredaran narkotika, aksi begal, dan tawuran di kawasan Belawan.

Langkah ini merupakan respons cepat atas permintaan Pemerintah Kota Medan menyusul situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mengkhawatirkan.

Arahan Kasal menekankan agar seluruh jajaran TNI AL, khususnya Kodaeral I, tidak hanya berperan dalam pertahanan laut tetapi juga hadir nyata dalam menjaga stabilitas keamanan di darat ketika dibutuhkan. “Saya perintahkan Kodaeral I untuk mem-backup penuh Polri dan Pemda. Tidak boleh ada ruang bagi narkotika dan kejahatan jalanan merusak generasi dan ketenteraman rakyat,” tegas pimpinan TNI AL dikutip dalam rilis Dinas Penerangan Angkatan Laut, Kamis (1/5/2026).

Menyikapi kondisi lapangan yang menunjukkan hubungan erat antara peredaran narkotika dan meningkatnya aksi kriminalitas terorganisir, Kodaeral I langsung bergerak membangun sinergi bersama Pemerintah Kota Medan, Kepolisian Resor setempat, dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Rapat koordinasi lintas instansi digelar untuk memetakan titik-titik rawan, diikuti operasi dan patroli gabungan berskala besar.

Fokus kegiatan diarahkan pada tiga pilar utama: pencegahan, penindakan tegas, serta pemutusan rantai pasok dan jaringan peredaran narkotika yang terbukti menjadi pemicu dominan begal, tawuran, hingga pungutan liar di wilayah Belawan.

Dari serangkaian operasi terpadu sepanjang Maret hingga April 2026, petugas gabungan berhasil mengungkap sejumlah bangunan yang dijadikan safe house narkotika, membongkar tempat transaksi ilegal yang tersembunyi di permukiman padat, dan mengamankan para pelaku beserta barang bukti.

Barang bukti yang disita meliputi berbagai jenis narkotika, senjata tajam, senjata rakitan, dan perlengkapan pendukung aksi kriminal lainnya.

BACA JUGA :  Mustamin Bakri bersama Muhaimin Ahmad Nasution Resmi Menjadi Anggota DPRD Kepri

Tak hanya pengedar dan pemakai narkotika yang dijaring, dalam operasi yang sama aparat juga mengamankan para pelaku begal, pelaku pungutan liar, serta provokator tawuran yang kerap meresahkan masyarakat. Puluhan pelaku dengan beragam peran telah diamankan dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut. Demi perlindungan data pribadi dan kelancaran penyidikan, seluruh identitas pelaku disamarkan.

Dampak Positif: Rasa Aman Kembali, Kepercayaan Publik Meningkat

Kehadiran Kodaeral I dalam operasi gabungan ini dirasakan langsung oleh warga Belawan. Intensitas aksi kriminalitas menurun signifikan, dan rasa aman mulai kembali tumbuh di kalangan masyarakat. “Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan juga meningkat, ini efek penangkalan yang sangat baik,” ungkap salah satu perwira yang terlibat di lapangan.

Kepercayaan publik terhadap aparat keamanan pun menguat, menegaskan bahwa TNI AL bukan hanya penjaga laut, melainkan juga saudara dekat yang sigap membantu kesulitan masyarakat.

Implementasi arahan Kasal ini sekaligus menjadi penegasan peran aktif TNI AL dalam mendukung penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan wilayah, dan mewujudkan kondisi yang aman serta kondusif bagi masyarakat sejalan dengan semangat TNI Angkatan Laut yang adaptif dan selalu hadir di tengah rakyat.

(Gas/pen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *