Iqbal Miad: Pers Harus Berdaulat dan Bermaslahat

Mencerdaskan & Memuliakan - Juni 27, 2020
Iqbal Miad: Pers Harus Berdaulat dan Bermaslahat
Iqbal Miad (tiga dari kanan) bersama Penasehat Media Online Gurindam.id, Fiam Mustamin) - (Mencerdaskan & Memuliakan/Fiam)
Editor Nasrul

Jakarta, Gurindam.id – Tokoh muda yang low profile ini bernama Muhamad Iqbal Muh MS, MBA, ini beberapa tahun bermukim di luar negeri khususnya di Jerman dengan studi ilmu Psykologi Ekonomi. Berkat pengalamam  kerjanya sambil studi di luar itu, ia  kembali ke tanah air dan dipercayakan memegang   perusahan Kalla Grup, di antaranya Kalla Pelayaran dan peralatan musik.

Penulis mengenalnya sejak tahun 2003 ketika masa Konvensi Capres Partai Golkar dan Pilpres pertama pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden untuk pemenangan SBY dan JK pada 2004.

Tokoh muda ini penulis sapa dengan Datuk, karena iya memang layak menyandang gelar itu dari ayahnya yang tokoh masyarakat Minangkabau, Bapak mertua M. Jusul Kalla, mantan Wapres dua periode.

Mengejutkan dan Membanggakan

Datuk ini dipercayakan oleh Muh Alwi Hamu, Ketua Umum Institut Lembang Sembilan (IL9), sohib terpercaya JK untuk Datuk menjadi  Ketua IL9 dan ketua tim pemenangan Pilpres untuk pemenangan pasangan Indonesia Maju Capres dan Cawapres  Jokowi dan JK tahun 2019 sd 2024.

Dalam masa Pilpres itu Datuk muncul dengan dua penerbitan media massa yaitu majalah Focus dan Monitor.

Dengan pemilikan media itu dan onlinenya, penulis meresponnya dengan mengatakan bahwa: Datuk sudah di jalan pilihan yang benar. Bisnis media tidak semata untuk  tujuan ekonomi, ia memerlukan uji waktu, bukan jenis bisnis barang yang  cepat mendapatkan profit.

Mengelola media membutuhkan nyali ketekunan dan kesabaran, selain perlunya sebuah pemahaman ideologi landasan filosofinya apa yang menjadi hakikat dari penerbitan media pers itu.

Dari sebuah pertemuan diskusi terbatas tokoh senior penulis jurnalis, Rudy S. Pontoh dan isterinya dari Femina Grup, Alif we Onggang,  Hamzah Million dan Datuk sendiri.

Baca Juga  Narasi Intimidatif PDIP Buncahkan Kemarahan Rakyat Indonesia

Penulis mengemukakan bahwa kehadiran media pers tetap harus memiliki spirit seperti yang disebutkan pada judul tulisan ini.

Berdaulat yang dimaksudkan adalah independensi dan kemandirian yang tidak terpengaruh oleh suatu kepentingan kekuasaan politik dan perdangan ekonomi secara komunal atau personal.

Berdaulat dalam spirit Trisakti pemerintakn Presiden Jokowi dan Wapres Ma ruf Amin.

Kemaslahatan, media pers berdiri  dan berpihak untuk kepentingan khalayak orang banyak bagi kemanfaatan kehidupannya. Ke arah itu kita bergerak dan melangkah. Juga pers yang  Berdaulat dan Bermaslahat untuk negeri dan bangsa.

Bersinergi dan bersahabat yang memuliakan. Bijak dengan fakta kebenaran. (Fiam Mustamin)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X