Ketegangan di Laut Natuna, Pangkogabwilhan Minta Prajurit TNI Tidak Terprovokasi

Mencerdaskan & Memuliakan - Juni 25, 2020
Ketegangan di Laut Natuna, Pangkogabwilhan Minta Prajurit TNI Tidak Terprovokasi
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1 Laksamana Madya I Nyoman Gede Ariawan, SE, MM, saat berada di Natuna dalam rangka peninjauan pengamanan wilayah perbatasan. - (Mencerdaskan & Memuliakan/Rky)
Editor Nasrul

NATUNA, GURINDAM.id – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1 Laksamana Madya I Nyoman Gede Ariawan, SE, MM meminta petugas keamanan laut yang berjaga di perbatasan Laut Natuna Utara dengan Laut Cina Selatan untuk tidak terprovokasi, menyusul meningkatnya ketegangan di wilayah itu yang melibatkan sejumlah negara seperti Cina dan Amerika Serikat.

“Intinya kita jangan sampai terprovokasi, jika memeriksa kemungkinan mereka (negara yang bersitegang) berada di daerah claim, maka petugas keamanan yang ada disitu harus berkomunikasi secara baik dengan mereka, dan jangan lupa untuk mengambil plot posisi kapal tersebut lalu langsung kirimkan ke komando atas, guna ditindaklanjuti,” kata Gede Ariawan dalam arahannya saat meninjau kesiapan TNI di Natuna dalam menghadapi konflik di wilayah perbatasan yang melibatkan Cina dan Amerika, di VIP room Lanud Raden Sadjad, Rabu (24/6/2020) pagi.

Ia berharap pasukan TNI terutama TNI AL tidak terpengaruh dengan ketegangan yang terjadi saat ini antara Cina dan Amerika di Laut Cina Selatan, tarutama yang saat ini tengah melaksanakan tugas pengamanan wilayah perairan Laut Natuna utara.

Lantaran itu, Ariawan mengingatkan kepada prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas pengamanan wilayah perairan Natuna Utara untuk tetap mengedepankan kewaspadaan, dengan situasi dan kondisi yang terjadi.

Selain menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, Pangkogabwilhan I juga meminta agar antara satuan dan juga pemerintah daerah harus dapat saling berkoordinasi, serta dapat saling memberikan masukan dalam pengamanan wilayah Laut Natuna Utara dan kepulauan Natuna.

“Pemimpin harus menyatu harus ada rasa solidaritas tinggi kepada pimpinan lain. Pemikiran koomperatif adalah mencari solusi dan konstruktif yang bisa mencari jalan keluar terbaik,” tambah Ariawan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Danguspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta, ST, MAP, MTr (Han) memaparkan kondisi terkini di Laut Natuna Utara.
Dalam laporannya disampaikan bahwa secara umum Opserasi Guspurla Koarmada I hingga saat ini berjalan dengan aman dan lancar.

Baca Juga  JK Buka PCBM KKSS Secara Online

Terkait dengan Gakkum (penegakan hukum) dan Garlat (penyelenggaraan latihan) di area yang belum ditentukan, Danguspurla Koarmada I Laksma TNI, Didong Rio Duta mengatakan, TNI AL telah membuat Unilateral Act yang berisi klaim maksimal indonesia di laut, sehingga dengan menetapkan 200 NM ZEEI sesuai Unclos 1982.

“Dalam operasi itu juga dilakukan pemaksaan terhadap pengusiran kapal Coastguard maupun kapal pengawas perikanan Vietnam oleh unsur unsur TNI AL di area Unlimited ZEEI, hal ini juga kemungkinan dapat menjadi konflik yang memicu protes dari pihak pemerintahan Vietnam maupun dunia internasional,” papar Didong Rio Duta.

Didong menambahkan dalam upaya Gakkum di wilayah claim pemerintah mengedepankan fungsi unsur laut kapal pengawasan perikanan KKP dan Bakamla.

Kunjungan Pangkogabwilhan I ke Natuna adalah yang pertama sejak menjabat sebagai Pangkogabwilhan I. Turut dalam kunjungan ke Natuna antara lain , Asintel Kaskogabwilhan I Laksamana Pertama TNI Bambang Wahyudi, Asops Kaskogabwilhan I Brigadir Jenderal TNI Suhardi, serta sejumlah petinggi dilingkungan Kogabwilhan I lainnya.

Pada kesempatan itu, Pankogabwilhan I juga menyempatkan diri meninjau Hanggar Integratif Lanud RSA, meninjau ruang Pusdalops, Satuan Integratif Natuna, ruang kamar crew pesawat dan tenda, hanggar barat TNI AU.

Selain Danguspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta, turut menyambut kedatangan Pangkogabwilhan I ke Natuna antara lain, Danlanud RSA Kolonel PNB Fairlyanto, Asintel Guspurla Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Dofir, Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana Dansatrad 212 Letkol Lek Bambang Suyono, Danyon Komposit I/GP / Letkol Inf Rahmat, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadiyan, Captain pilot CN 212/P 8201 Mayor Laut (P) Ahmad Ervan, Danki Kompi Komposit Marinir Setengar Mayor Mar Erwin Wisnu Putra, Ketua DPRD Natuna Andes Putra, Kasarnas Natuna Mexianus Bekabel. (Rky)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X