GURINDAM.ID – Prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Operasi SAR tenggelamnya KM Virgo Transport 8 kembali berhasil mengevakuasi empat jenazah korban pada pelaksanaan penyelaman hari ke-14, Sabtu (26/9), di perairan Laut Jawa.
Hasil ini menjadi wujud nyata amanah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk tidak meninggalkan satu pun saudara sebangsa di laut.
Penyelaman hari itu dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Satkoppeba, Satkopaska, Basarnas Special Group (BSG), dan POSSI. Tim membagi operasi ke dalam empat gelombang penyelaman (Shorty 1 hingga Shorty 4) dengan fokus pencarian di lambung kanan kapal, anjungan, car deck, ruang tidur belakang anjungan, serta ruang mesin.
Pada Shorty 1 dan Shorty 2, tim melakukan pembukaan akses dengan memecahkan sejumlah kaca jendela di lambung kanan kapal serta mengecek beberapa kompartemen. Namun, belum ada korban yang ditemukan di dalam kapal.
Titik terang muncul pada Shorty 3. Tim penyelam TNI AL bersama SAR Gabungan menemukan tiga jenazah, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Penyelaman Shorty 4 kemudian menemukan satu jenazah laki-laki lagi. Total empat jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi pada hari itu.
Seluruh jenazah dievakuasi menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk proses penanganan lebih lanjut oleh tim DVI (Disaster Victim Identification).
Kapal perang ini sejak awal operasi telah menjadi pusat komando sekaligus titik transit bagi setiap korban yang berhasil diangkat dari dasar laut.
Sejak insiden pada 13 September 2026, kehadiran TNI AL dalam operasi SAR tidak pernah surut. Mulai dari penyiagaan unsur laut, pengerahan penyelam, hingga penggunaan teknologi bawah air untuk memetakan kondisi bangkai kapal, semuanya diarahkan pada satu tujuan sederhana namun berat: membawa mereka pulang.
Hingga hari ke-14, jumlah korban meninggal dalam musibah ini tercatat 52 orang, sementara 108 orang selamat dan 83 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah tengah mengkaji opsi pengangkatan bangkai kapal agar ruang-ruang yang miring dan belum aman dimasuki penyelam dapat diperiksa secara menyeluruh.
Di balik setiap jenazah yang berhasil dievakuasi, ada keluarga yang menunggu kepastian. Di tengah pertarungan melawan waktu dan arus, TNI AL memilih untuk terus menyelam.
(GRD/PEN)












