Perkuat Keunggulan Bawah Air, Delegasi TNI AL Serap Teknologi Sonar dan Penyelamatan Kapal Selam

Underwater
Underwater

MARITIM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menegaskan eksistensinya di panggung internasional dengan mengirimkan perwira terbaiknya dalam latihan penyelamatan bawah air berskala global.

Dalam rangka memperkuat Underwater Domain Awareness dan mengasah profesionalisme prajurit, delegasi TNI AL hadir sebagai observer pada Kurtaran Exercise-26 yang berlangsung di Pangkalan Angkatan Laut Aksaz, Turki.

Keikutsertaan ini merupakan implementasi nyata dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang secara konsisten menekankan bahwa peningkatan kapabilitas (Capability) dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah prioritas utama TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim.

Delegasi Indonesia diwakili oleh dua Perwira Menengah andalan, yakni Kolonel Laut (P) Ferry Kurniawan, M.Han. (Koarmada III) dan Letkol Laut (P) Hadhito Prayoga (Koarmada II). Keduanya ditugaskan untuk menyerap pengetahuan, teknologi, serta prosedur standar internasional dalam penanganan kedarurutan di bawah air.

Fokus pada Teknologi Sonar Modern dan Prosedur Evakuasi Global

Kurtaran Exercise-26 merupakan latihan tingkat operasional yang terbagi dalam dua tahapan krusial, yaitu Harbour Phase dan Sea Phase. Terdapat dua materi inti yang menjadi fokus pengamatan delegasi TNI AL:

1. Search Exercise (Searchex): Menekankan pada kompleksitas pengoperasian Sonar dan Multibeam Echosounder. Teknologi ini vital untuk mendeteksi posisi pasti kapal selam yang mengalami musibah di kedalaman laut.

2. Submarine Rescue Exercise (Smarex): Berfokus pada prosedur evakuasi medis dan penyelamatan fisik. Latihan ini melibatkan aset canggih seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), Deep Submergence Rescue Vehicle (DSRV), Chamber dekompresi, hingga prosedur Medevac menggunakan sistem CANN.

Dengan mengikuti langsung latihan yang melibatkan negara-negara sahabat seperti Italia, Korea Selatan, Malaysia, dan Uni Emirat Arab, TNI AL memastikan bahwa prosedur keselamatan dan penyelamatan bawah air yang diterapkan selalu up-to-date dan merujuk pada standar global (Standard Operating Procedure).

BACA JUGA :  Dewan Pers Apresiasi MIO Indonesia

Kehadiran delegasi TNI AL di Turki tidak hanya sekadar ajang belajar, tetapi juga menjadi instrumen strategis diplomasi militer guna mempererat hubungan bilateral dengan Angkatan Laut negara-negara peserta.

“Melalui partisipasi aktif ini, TNI AL tidak hanya mempererat diplomasi militer, tetapi juga memastikan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang berkomitmen penuh pada standar keamanan pelayaran dan keunggulan operasional bawah air,” demikian pernyataan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).

Dengan bekal teknologi dan prosedur yang terserap dari Kurtaran-26, TNI AL optimis dapat terus menjamin keselamatan personel dan keandalan alutsista, khususnya dalam penanganan kedaruratan kapal selam di perairan yurisdiksi nasional.

(Gas/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *