SURABAYA – Menyikapi eskalasi dinamika global yang semakin kompleks, jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar pengarahan strategis kepada ratusan perwira di seluruh Indonesia.
Bertempat di Gedung Panti Tjahaja Armada, Koarmada II, Surabaya, Kamis (16/04), Panglima Sementara (Pgs.) Asintel Kasal Laksda TNI Andy Kriswanto, S.E., M.M. bersama Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla memimpin langsung pembekalan ini yang diikuti oleh 960 perwira, baik secara tatap muka maupun melalui sambungan video conference.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali terkait pentingnya membaca perkembangan lingkungan strategis global, regional, dan nasional.
Kehadiran 410 perwira di Surabaya serta 550 perwira lainnya dari Koarmada I, Koarmada III, Kolinlamil, dan Pushidrosal secara virtual menandakan urgensi penyamaan visi di seluruh jajaran TNI AL.
Waspada Dinamika Global, Asintel Kasal Tekankan Kewaspadaan Intelijen
Di hadapan para perwira yang berasal dari jajaran Koarmada II, Puspenerbal, Kodiklatal, AAL, STTAL, Kodaeral V, dan Dispsial, Laksda TNI Andy Kriswanto menekankan agar seluruh prajurit Jalasena mampu menyikapi setiap gejolak dan perubahan cepat di kawasan.
“Prajurit TNI AL tidak boleh lengah. Dinamika global bergerak sangat cepat. Sebagai ujung tombak pertahanan maritim, kita harus memiliki kepekaan dan antisipasi intelijen yang tajam untuk menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan menyoroti aspek kesiapan operasional dan moral prajurit. Ia menegaskan bahwa tantangan perang modern menuntut prajurit yang tidak hanya profesional, tetapi juga adaptif dan memiliki militansi tinggi.
Para perwira disebut sebagai motor penggerak utama dalam membina mental tempur di satuan masing-masing.
“Perwira adalah pelopor. Kita harus mampu membentuk prajurit yang memiliki daya tempur kuat, semangat juang patriotik, namun tetap humanis dan dicintai rakyat,” ujar Laksda Yayan.
Dalam arahannya, Asops Kasal merinci Lima Pilar Utama Pembangunan Moral Prajurit yang wajib diimplementasikan:
1. Pembentukan Combat Mindset melalui latihan yang realistis dan keras.
2. Kepemimpinan Lapangan yang memberikan keteladanan nyata.
3. Penguatan Soliditas dan Jiwa Korsa antarsesama prajurit Jalasena Samudera.
4. Adaptasi terhadap Doktrin Perang Modern, termasuk pemanfaatan teknologi terkini.
5. Peningkatan Kesejahteraan sebagai fondasi loyalitas dan pengabdian.
Pengarahan ini turut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tinggi TNI AL di Surabaya, antara lain Pangkoarmada II, Wadan Kodiklatal, Dankodaeral V, Danpuspenerbal, Gubernur AAL, Komandan STTAL, dan Kadispsial. Sementara itu,
Pangkoarmada I, Pangkoarmada III, Pangkolinlamil, dan Wadan Pushidrosal turut berpartisipasi aktif secara daring, menandakan solidnya komando dan kendali di seluruh wilayah kerja TNI AL.
Dengan pengarahan ini, diharapkan seluruh perwira TNI AL mampu menerjemahkan visi pimpinan menjadi aksi nyata di lapangan, menjaga kedaulatan maritim NKRI dengan profesionalisme tinggi dan tetap memegang teguh Sumpah Prajurit serta aturan hukum yang berlaku.
(GAS/PEN)













