Di Balik Kedatangan HMAS Leeuwin: Strategi TNI AL dan Australia Amankan Data Vital Bawah Laut

Kapal Survei Hidrografi Royal Australian Navy (RAN), HMAS Leeuwin (A245),
Kapal Survei Hidrografi Royal Australian Navy (RAN), HMAS Leeuwin (A245),

KUPANG – Dalam rangkaian upaya memperkokoh kerja sama pertahanan dan keamanan maritim, Kapal Survei Hidrografi Royal Australian Navy (RAN), HMAS Leeuwin (A245), telah berlabuh di Dermaga Multipurpose Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan kapal ini menandai dimulainya serangkaian Latihan Bersama Cassowary Exercise (Cassoex) dan Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE) Tahun 2025.

Penyambutan resmi dilaksanakan di Dermaga Multipurpose Alak, Kota Kupang, yang dipimpin langsung oleh Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VII, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto.

Turut hadir dalam kesempatan ini sejumlah pejabat tinggi TNI, Polri, serta instansi pemerintah daerah, mencerminkan pentingnya kolaborasi multi-sektor dalam diplomasi maritim.

Dalam sambutannya, Dankodaeral VII menegaskan bahwa latihan ini merupakan bukti nyata hubungan kerja sama yang solid dan berkelanjutan antara TNI AL dan Royal Australian Navy.

“Melalui Cassowary Exercise dan CHSE, kedua angkatan laut tidak hanya memperkuat interoperabilitas dan kemampuan profesional di bidang survei hidrografi, tetapi juga mempererat jalinan persahabatan antara Indonesia dan Australia. Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keamanan serta keselamatan maritim di kawasan,” ujar Laksda TNI Joni Sudianto.

Latihan bersama ini memiliki signifikansi strategis yang selaras dengan prioritas dan petunjuk bijaksana dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Kebijakan Kasal senantiasa menekankan pada penguatan diplomasi pertahanan maritim, peningkatan profesionalisme prajurit, dan pembangunan sinergi dengan mitra strategis untuk menjaga stabilitas kawasan.

Keikutsertaan dalam latihan seperti Cassowary dan CHSE merefleksikan komitmen TNI AL di bawah kepemimpinan Laksamana Ali untuk tidak hanya menjaga kedaulatan perairan nasional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menciptakan keamanan maritim regional yang berkelanjutan.

Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek kolaborasi, pembangunan kapasitas, dan saling percaya antara angkatan laut negara-negara sahabat.

BACA JUGA :  Satgas Pamtas Yonif 125 Distribusikan Hand Sanitizer, Masker, Vitamin dan Alat Disinfektan

Dengan terlaksananya latihan ini, TNI AL dan RAN berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas teknis, serta kerja sama operasional di bidang survei hidrografi—sebuah elemen kunci bagi keselamatan pelayaran dan pengelolaan sumber daya maritim di perbatasan kedua negara.

Kegiatan Cassoex dan CHSE 2025 ini diproyeksikan menjadi momentum penting yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia-Australia, tetapi juga menjadi pilar penopang stabilitas dan keamanan di perairan regional, sebagaimana visi yang terus digelorakan oleh pimpinan TNI AL.

(Gea/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *