JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali membuktikan komitmennya sebagai garda terdepan pertahanan maritim sekaligus sahabat masyarakat pesisir. Mengimplementasikan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi strategis selama lima hari.
Upacara pelepasan berlangsung khidmat di Markas Komando (Mako) Koarmada III Katapop pada Minggu (30/8/2026). Unsur yang terlibat adalah KRI Panah-626 dan KRI Bawal-875, dua kapal cepat yang dirancang untuk mobilitas tinggi di perairan Indonesia.
Sesuai penekanan Kasal Muhammad Ali, setiap pelayaran unsur KRI harus dimanfaatkan untuk mengasah naluri tempur prajurit Jalasena. Misi kali ini tidak hanya sekadar berlayar, melainkan diintegrasikan dengan berbagai skenario latihan esensial.
Selama lima hari pelayaran, prajurit TNI AL menjalani latihan Replenishment at Sea (RAS) untuk menguji kemampuan pengisian logistik di tengah laut, Flag Hoist, Flashex, latihan penembakan, hingga Pertahanan Elektronika Kapal (PEK). Seluruh rangkaian latihan ini bertujuan memastikan kesiapan alutsista dan personel dalam menghadapi dinamika tugas operasi yang sesungguhnya.
“Kesiapan operasional adalah kunci kedaulatan. Latihan berkelanjutan seperti ini menjadi nafas profesionalisme prajurit TNI AL,” tegas Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan.
Di balik kekuatan tempurnya, TNI AL senantiasa menghadirkan sisi humanis. Dalam misi ini, kedua KRI membawa total 6 ton bantuan bahan pokok dan perlengkapan yang akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah penugasan.
Rincian bantuan meliputi,KRI Panah-626: 4 ton bahan pokok. KRI Bawal-875: 2 ton bantuan berupa beras, minyak goreng, susu, teh, biskuit, kopi, obat-obatan, sardines, sprei, serta pakaian layak pakai.
Bantuan tersebut merupakan sinergi solidaritas internal dari Kodaeral XIV, Koarmada III, Pasmar III, dan dukungan Industri Jasa Maritim (Injasmar). Kehadiran unsur TNI AL yang membawa bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AL tidak hanya hadir saat konflik, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Kegiatan pelayaran KRI Panah-626 dan KRI Bawal-875 merupakan wujud nyata dari strategi “Dual Mission” yang digelorakan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Strategi ini memadukan peningkatan kesiapsiagaan operasional dengan penguatan kehadiran TNI AL di tengah masyarakat.
Dengan menggelar latihan keras di satu sisi dan menyalurkan bantuan sosial di sisi lain, TNI AL ingin menegaskan bahwa kekuatan militer yang profesional harus berakar pada kedekatan dengan rakyat. Misi ini sekaligus memperkuat citra TNI AL sebagai institusi yang modern, tangguh, dan dicintai masyarakat.
(GRD/pen)














