SURABAYA – Dalam upaya memperkuat fondsi pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik global, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin visioner.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak hanya fokus pada penguatan alutsista dan pertahanan, tetapi juga agresif dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjadi diplomat handal di kancah internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Roadshow Kuliah Umum dan Pembekalan Diplomasi Angkatan Laut yang menyasar para calon pemimpin masa depan TNI AL.
Bertempat di Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Asisten Operasi (Asops) Kasal, Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., memberikan pencerahan strategis kepada seluruh Taruna AAL dan Perwira TNI AL setempat.
Dalam paparannya, Laksda Yayan menekankan bahwa kehadiran prajurit dan alutsista TNI AL di luar negeri bukan sekadar unjuk kekuatan pertahanan, melainkan harus menjelma menjadi “Duta Diplomasi” yang sesungguhnya. Hal ini sejalan dengan visi besar Angkatan Laut dikomandoi Laksamana Muhammad Ali untuk menjadikan TNI AL sebagai World Class Navy yang disegani dan dipercaya dunia internasional.
“Ini adalah bukti nyata keseriusan pimpinan TNI AL dalam menanamkan benih-benih naval diplomat. Kita tidak hanya mencetak prajurit tangguh di medan perang, tetapi juga penjaga perdamaian dunia yang mampu membawa misi damai serta mendukung politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” tegas Laksda Yayan di hadapan para peserta, mewakili amanat Kasal.
Lebih lanjut, roadshow ini merupakan implementasi dari arahan langsung Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Ditekankan bahwa setiap KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) yang berlayar ke luar negeri adalah representasi wajah Indonesia. Oleh karena itu, profesionalisme, keramahan, dan kepiawaian berkomunikasi menjadi kunci sukses diplomasi.
Pada kesempatan terpisah, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa pelaksanaan Diplomasi Angkatan Laut harus berjalan beriringan dengan tugas pokok menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut. Menurutnya, seorang prajurit Jalasena harus mampu memainkan peran ganda: menjadi penjaga kedaulatan yang tegas, sekaligus duta bangsa yang bersahabat.
“Dalam melaksanakan tugas Diplomasi Angkatan Laut, Prajurit TNI AL harus tetap memegang prinsip bersahabat dan mendapat kepercayaan dari semua angkatan laut negara-negara di dunia. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui profesionalisme dan integritas,” demikian pesan Kasal.
Kegiatan pembekalan ini dinilai strategis untuk menyamakan visi seluruh lapisan prajurit, dari Taruna hingga Perwira Tinggi. Dengan kepemimpinan Laksamana Dr. Muhammad Ali, TNI AL tengah bertransformasi menjadi kekuatan maritim modern yang tidak hanya siap tempur, tetapi juga mampu membawa Indonesia duduk sejajar dengan negara-negara maju dalam menentukan arah perdamaian dunia.
(Gas/pen)














