Demi Anak Indonesia, APPMBGI Gandeng Halal In, Sertifikasi MBG Tak Hanya Kenyang Tapi Juga Halal dan Higienis

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) melalui kerja sama strategis dengan Halal-In.
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) melalui kerja sama strategis dengan Halal-In.

JAKARTA – Ada kebanggaan tersendiri ketika sebuah program negara tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan hati. Itulah yang ingin diwujudkan oleh Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) melalui kerja sama strategis dengan Halal-In.

Dalam sebuah acara yang sarat makna, kedua lembaga secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memastikan setiap porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sampai ke tangan anak-anak Indonesia tidak hanya bergizi, tetapi juga memenuhi standar halal, higienis, dan aman.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama Wakil Ketua Umum I, Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, M.Hum.

Turut menyaksikan dan menguatkan komitmen ini, Dewan Pakar APPMBGI, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. , yang memastikan seluruh kebijakan berbasis pada kajian akademik dan keberlanjutan.

Di balik angka dan regulasi, ada wajah-wajah polos anak-anak yang menanti makanan sehat setiap hari. Ketua Umum APPMBGI, Dr. Abdul Rivai Ras, mengungkapkan bahwa tantangan program MBG bukanlah hal sederhana.

“Ini bukan hanya urusan distribusi atau skala. Ini tentang konsistensi kualitas, rasa aman, dan kepercayaan orang tua terhadap makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka. Kami ingin setiap dapur MBG menjadi rumah bagi makanan yang tidak hanya bergizi, tapi juga membawa ketenangan,” ujar beliau dengan penuh haru.

Kerja sama dengan Halal-In ini menjadi jawaban atas kekhawatiran tersebut. Bersama, mereka akan menghidupkan Pusat Pelatihan Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (P4MBGI) sebagai pusat unggulan (center of excellence) untuk pelatihan dan sertifikasi.

Peran Ibu Azizah dan Sang Profesor: Sentuhan Keibuan di Tengah Regulasi

BACA JUGA :  Pos TNI AL Pemangkat Bantu Evakuasi Penumpang Kapal Feri KMP Bili

Kehadiran Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin sebagai Wakil Ketua Umum I membawa dimensi yang berbeda. Lebih dari sekadar kebijakan, beliau menghadirkan sentuhan keibuan yang mengingatkan bahwa setiap sendok makanan yang disiapkan adalah bentuk kasih sayang kepada generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P. sebagai Dewan Pakar memastikan bahwa setiap langkah tidak kehilangan arah. Kontribusinya menjadi fondasi ilmiah yang kokoh, sehingga program ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran.

Sebagai mitra strategis, Halal-In akan menggarap empat aspek kritis yang sering menjadi kelemahan program pangan skala besar:

1. Standar Halal dalam Rantai Pasok – dari bahan baku hingga ke piring.

2. Higienitas dan Sanitasi Dapur Besar – memastikan dapur bebas dari kuman.

3. Sistem Jaminan Mutu Pangan – setiap proses terukur dan terkontrol.

4. Kepatuhan Regulasi Global – mengadopsi praktik terbaik dunia.

Kerja sama ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah fondasi untuk membangun ekosistem pangan nasional yang modern, berkelanjutan, dan berstandar global. APPMBGI bertekad untuk menjadikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia sebagai benchmark baru dalam penyediaan makanan.

“Kami ingin ketika anak-anak kita makan, ibu-ibu di rumah tidak perlu khawatir. Itu adalah kebahagiaan yang paling sederhana sekaligus paling berharga,” tutup Dr. Abdul Rivai Ras.

Ke depan, APPMBGI bersama Halal-In akan terus mengembangkan inisiatif strategis. Targetnya jelas: makanan bergizi, berkualitas tinggi, halal, dan aman untuk setiap anak Indonesia. Bukan hanya program, ini adalah gerakan kemanusiaan.

(GAS/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *