NATUNA  

Siaga Bencana Asap, Lanud Raden Sadjad Aktifkan Posko Udara dan Siapkan Armada Elit Hadapi Karhutla di Natuna

Pesawat OMC Thrush
Pesawat OMC Thrush

NATUNA, KEPULAUAN RIAU – Dalam rangka mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah Sumatra saat musim kemarau, Lanud Raden Sadjad (RSA) resmi menggelar kesiapsiagaan penuh.

Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Natuna melakukan inspeksi langsung pada Senin (30/3/2026) untuk memastikan kesiapan operasi udara.

Siaga Sejak Dini: Posko Udara Resmi Beroperasi

Mengingat potensi ancaman kekeringan dan titik api yang meningkat, pihak Lanud RSA mulai mengaktifkan Posko Udara Penanggulangan Karhutla terhitung sejak 30 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap musim kemarau yang diprediksi akan meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebelum melakukan peninjauan, Danlanud RSA bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, H. Boy Wijanarko Varianto, terlebih dahulu mengikuti rapat koordinasi virtual.

Rapat yang berlangsung secara video conference tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, hingga perangkat desa, guna menyamakan persepsi dan strategi penanganan darurat.

Pada peninjauan yang dilakukan di depan Base Ops Lanud RSA, tampak jajaran kendaraan pemadam kebakaran serta armada udara yang siap diterjunkan. Fasilitas pendukung seperti apron khusus untuk parkir pesawat dan helikopter, posko terpadu, serta sarana komunikasi darurat telah disiapkan untuk mendukung kelancaran misi.

Dua unit armada udara utama disiapkan untuk menghadapi karhutla di Natuna:

1. Helikopter BNPB AS350B3e

Helikopter andalan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini telah tiba dan siap melakukan operasi water bombing (bom air). Dengan kapasitas bucket air mencapai 1.000 liter per satu kali penyiraman, helikopter ini efektif untuk menjangkau titik api di area yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.

BACA JUGA :  Tim 9 Harap Duduk Bersama Bahas Pemekaran Natuna-Anambas

2. Pesawat OMC Thrush S2R-T34

Selain bom air, Lanud RSA juga mengerahkan pesawat jenis Thrush untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat ini memiliki kapasitas angkut bahan semai (garam) hingga 1,3 ton, yang bertujuan untuk merekayasa cuaca guna menciptakan hujan buatan sebagai upaya preventif sebelum kebakaran meluas.

Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama Onesmus Gede Rai Aryadi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Dengan diaktifkannya posko ini dan kesiapan alutsista, kami siap bergerak cepat. Ini adalah langkah terpadu untuk memastikan wilayah Natuna aman dari bencana asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas penerbangan dan pelayaran,” ujar Danlanud dalam keterangannya.

Sekda Natuna, H. Boy Wijanarko Varianto, juga mengapresiasi kesiapan Lanud RSA. Menurutnya, dukungan operasi udara ini sangat krusial mengingat karakteristik geografis Natuna yang kepulauan dan memiliki kawasan hutan luas.

(PEN/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *