Panglima TNI Resmi Buka Bazar Ramadan Serentak di Biak: Harga Sembako Dipastikan di Bawah Pasaran

gelaran Bazar Ramadan Serentak Gabungan TNI
gelaran Bazar Ramadan Serentak Gabungan TNI

BIAK, PAPUA – Ratusan masyarakat dan prajurit TNI memadati Hanggar Borukup, Distrik Samofa, Biak, dalam gelaran Bazar Ramadan Serentak Gabungan TNI, Jumat (13/3/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang belanja murah, tetapi juga terhubung secara virtual dengan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta.

Melalui sambutan video conference (vicon) yang terpusat, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, secara langsung membuka acara ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian institusi TNI terhadap kesejahteraan prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan seluruh lapisan masyarakat.

“Bazar ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” tegas Panglima TNI dalam sambutannya yang disiarkan langsung.

Kegiatan di Biak ini turut dihadiri sejumlah petinggi, di antaranya Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III, Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D., S.Sos., M.M., M.Han. , beserta jajaran utama Kodau III,

Kosek III, Lanud Manuhua, serta perwakilan dari Polres Biak Numfor. Komandan Lanudal Biak, Letkol Laut (P) Candra Budiharjo, juga tampak hadir mendampingi rombongan dalam peninjauan stan-stan bazar.

Usai pembukaan simbolis, para pejabat menyusuri puluhan stan yang menjual berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan kualitas baik namun harga miring.

Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra dan pedagang yang telah berpartisipasi, sehingga program bazar Ramadan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Papua, khususnya di wilayah Biak.

(Gas/pen)

BACA JUGA :  KPK Menilai Potensi Korupsi Tinggi, 65 Persen Pengguna Layanan Pertanahan Gunakan Jasa Kuasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *