PORT LOUIS, MAURITIUS – Dalam rangka membangun poros maritim yang kuat dan memperluas pengaruh diplomasi di kancah global, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 sukses melaksanakan kunjungan kehormatan (port visit) di Port Louis, Mauritius.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) ini menjadi bagian integral dari pelayaran Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26, sebelum kapal megah kebanggaan TNI Angkatan Laut tersebut melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 di Mauritius bukan sekadar singgah biasa. Ini adalah manuver diplomatik yang strategis, menegaskan komitmen Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Momen ini dimanfaatkan secara maksimal untuk merekatkan kembali tali persahabatan dan membangun jembatan kerja sama bilateral dengan Mauritius, sebuah negara kepulauan strategis di kawasan Samudera Hindia.
Puncak dari rangkaian kunjungan ini adalah pertemuan bersejarah antara Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja beserta perwira pendamping, dengan pimpinan tertinggi National Coast Guard of Mauritius, Captain Binoop C. G..
Courtesy call yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026) tersebut digelar dalam suasana yang hangat dan penuh semangat persahabatan.
Pertemuan ini menjadi simbol nyata komunikasi erat dan sinergi antar institusi maritim kedua negara.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut membahas berbagai agenda strategis, mulai dari peningkatan komunikasi, koordinasi di bidang keamanan maritim, hingga membuka peluang lebar bagi kerja sama yang lebih konkret dan komprehensif di masa depan.
TNI Angkatan Laut dan National Coast Guard of Mauritius sepakat untuk terus memperkuat hubungan bilateral demi terciptanya stabilitas dan keamanan di kawasan Samudera Hindia yang dinamis.
Langkah diplomatik ini adalah implementasi nyata dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, dalam menggencarkan Naval Diplomacy di kancah internasional.
Kunjungan KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak persahabatan, tetapi juga membuka babak baru kerja sama strategis antara Indonesia dan Mauritius.
(Gas/pen)













