TNI AL Unjuk Gigi di Bangka Belitung: Latihan Anti Akses Anti Amfibi Sukses, Amankan Timah Dan Logam

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

BANGKA BELITUNG – Dalam gelaran spektakuler yang membanggakan sekaligus menggetarkan jiwa nasionalisme, TNI Angkatan Laut (TNI AL) sukses menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi perdana di perairan Kepulauan Bangka Belitung.

Tak hanya menunjukkan kesiapan tempur tinggi melawan ancaman invasi laut, latihan ini juga menjadi panggung pamor hasil Operasi Keamanan Laut (Opskamla) yang berhasil mengamankan komoditas timah dan logam tanah jarang (LTJ) ilegal senilai fantastis Rp 173,6 miliar kekayaan negara yang nyaris dirampas oknum penyelundup.

Latihan tempur
Latihan tempur

‎Dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, kegiatan ini disaksikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E.

Ribuan prajurit dan alutsista canggih TNI AL dikerahkan mulai dari armada kapal perang seperti KRI Brawijaya-320 KRI Raden Eddy Martadinata-331, hingga KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375 dan lainnya.

Langit pun tak kalah heroik dengan Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA helikopter Panther, drone kamikaze Camcopter, serta Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir yang menggelegar.

‎Highlight latihan: penembakan meriam 76 mm dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 yang menggetarkan laut, aksi Visit Board Search and Seizure (VBSS) heroik prajurit KRI Brawijaya-320, tembakan GPMG dan MO-60, hingga pendaratan amfibi pasukan Korps Marinir yang dramatis.

Semua terintegrasi dalam skenario operasi modern, memamerkan teknologi baru seperti drone surveillance drone kamikaze, dan Pusat Kendali Mobil (Mobile Command).

‎Usai aksi tempur, emosi semakin membara saat Kasal meninjau barang bukti Opskamla TNI AL bersama Satlap Tri Cakti.

Total tangkapan mencapai 496,892 ton timah (balok dan pasir) serta 10.762,117 ton logam tanah jarang (zircon, ilmenite, monazite) sepanjang 2025-2026.

Estimasi nilai: Rp 173.644.528.000 (± Rp 173,6 miliar) – angka yang membuat hati setiap warga Indonesia bergetar: ini bukan sekadar barang, ini darah dan keringat bangsa yang nyaris hilang karena keserakahan!

‎”Latihan anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali kami gelar secara terintegrasi. Kami libatkan seluruh teknologi mutakhir untuk menjaga kedaulatan laut. Tapi yang lebih penting, pencegahan penyelundupan timah ini adalah perintah langsung Presiden RI,” tegas Kasal Muhammad Ali dengan nada tegas penuh semangat.

“Bangka Belitung punya sumber daya melimpah  sayang sekali jika diselundupkan, malah menguntungkan negara lain. Ini soal martabat bangsa”

‎Keberhasilan ini selaras dengan fokus Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dalam memberantas illegal mining dan penyelundupan SDA yang merugikan negara serta merusak ekosistem.

Modus penyelundup kian canggih  bahkan menyamarkan timah dengan muatan udang atau ikan tapi TNI AL tak gentar. Ini bukti nyata Indonesia punya prajurit tangguh, teknologi canggih, dan tekad baja untuk melindungi harta karun nasional.

(Pen/grd)

Editor: Riky rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *