PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Dampak Perkembangan E-commerce Terhadap Perekonomian Toko Konvensional di Tanjungpinang

Mencerdaskan & Memuliakan - Juni 7, 2024
Dampak Perkembangan E-commerce Terhadap Perekonomian Toko Konvensional di Tanjungpinang
Fazril wahyudi. S dan Aswandi - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor Redaksi

Opini – Banyak orang di era sekarang ini terkejut dengan berbagai kemajuan teknologi yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar teknologi ini memiliki dampak yang signifikan terhadap semua aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah e-commerce. E-commerce adalah salah satu jenis pasar yang tidak memiliki lokasi fisik. Internet digunakan untuk segala hal. E-commerce pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1994. Indosat, penyedia layanan Internet (ISP) komersial pertama di Indonesia, bertanggung jawab atas perdagangan elektronik pertama di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia saat ini. Dalam hal ini, sistem, data, dan administrasi yang dioperasikan secara otomatis merupakan bagian dari konten e-commerce. Karena e-commerce adalah praktik pembelian dan penjualan barang secara online, industri ini akan melibatkan transaksi seperti jual beli, di antaranya. Hal ini karena semakin banyak perusahaan dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah operasi mereka menjadi lebih terfokus secara digital. Dengan demikian, ketersediaan e-commerce, atau pembelian melalui internet, yang dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Terlebih saat ini banyak situs belanja online yang semakin dipercaya konsumen seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Tiktok shop dan lain sebagainya.

Pertumbuhan e-commerce telah mengubah dinamika antara perusahaan dan pelanggan secara signifikan. Munculnya e-commerce sebagai platform perdagangan elektronik yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi dan melakukan pembelian secara online adalah salah satu perkembangan yang paling menonjol. Pelanggan sekarang dapat mengakses lebih banyak pilihan barang dan jasa dengan lebih cepat dan mudah berkat platform e-commerce. Mereka memiliki kemampuan untuk mencari produk, membandingkan harga, dan membaca ulasan pelanggan sebelum melakukan pembelian. Selain mengubah dinamika pasar, perdagangan elektronik-yang mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet-telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian regional. Kekuatan utama di balik perluasan perdagangan elektronik adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yang didukung oleh meningkatnya penggunaan internet dan penggunaan perangkat seluler.
Dampaknya terasa di banyak aspek kehidupan, mulai dari perubahan perilaku konsumen hingga perubahan strategi perusahaan tradisional. E-commerce telah berkembang secara signifikan selama beberapa dekade terakhir dan sekarang menjadi salah satu industri bisnis yang paling menjanjikan. Akibatnya, perilaku konsumen telah bergeser, dengan meningkatnya jumlah konsumen yang lebih memilih untuk berbelanja secara online daripada mengunjungi bisnis fisik. Selain itu, toko konvensional kini menghadapi persaingan yang semakin ketat akibat pertumbuhan e-commerce. penjual dari seluruh daerah dapat menawarkan barang mereka kepada pelanggan di mana pun, berkat e-commerce.

Baca Juga  Rusunawa Politeknik Batam Diresmikan, DPR RI Cen Sui Lan

Definisi yang diberikan oleh E. Turban dan rekannya dalam Rizki, Dkk (2019), Perdagangan elektronik, atau e-commerce, adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa, pertukaran produk, dan transmisi uang, layanan, dan informasi melalui jaringan komputer atau internet. E-commerce juga dapat didefinisikan sebagai gagasan untuk mempraktikkan E-business dengan strategi pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui jaringan elektronik yang melakukan transaksi data elektronik, sistem manajemen inventaris otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Dampak perkembangan e-commerce terhadap perekonomian toko konvensional di Tanjungpinang dapat dilihat dari beberapa aspek:
1. Pengaruh pada Pedagang Konvensional
a. Pedagang tradisional Tanjungpinang perlu mengikuti perkembangan zaman dan merangkul pemasaran digital untuk mencegah barang-barang mereka terlewatkan oleh pelanggan yang semakin banyak melakukan pembelian secara online.
b. Mereka harus mempersiapkan strategi untuk menghadapi perubahan perilaku pelanggan yang pasti akan berubah sesuai dengan perkembangan teknologi.
2. Kebiasaan Belanja Konsumen
a. Konsumen di Tanjungpinang lebih memilih berbelanja secara online dengan smartphone yang mereka miliki dan metode pembayaran yang sangat mudah.
b. Pelanggan tinggal menunggu diskon atau pengiriman gratis dari toko atau peritel online untuk mengirimkan barang yang mereka beli ke alamat mereka.
3. Pengaruh pada Infrastruktur Teknologi
Perusahaan-perusahaan UMKM di daerah sulit untuk merangkul e-commerce karena infrastruktur teknologi informasi yang tidak merata di berbagai daerah dan jaringan internet yang terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
4. Pengembangan UMKM
a. UMKM dapat menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk mengakses pasar ekspor dan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis mereka melalui e-commerce.
b. Membuat situs web dan platform e-commerce untuk memasarkan dan mempromosikan produk bisnis dapat meningkatkan pendapatan dan penjualan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.
5. Kendala dan Solusi
a. Kemahiran teknologi yang rendah, keengganan untuk memaksimalkan pemanfaatan e-commerce di perusahaan mereka, dan arsitektur teknologi informasi yang tidak merata menjadi kendala yang dihadapi para pengusaha UMKM.
b. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, pakar e-commerce, dan dukungan masyarakat.

Baca Juga  Momentum Hari Sumpah Pemuda, Wartawan Kepri Deklarasikan Forum Wartawan Maritim

Singkatnya, pertumbuhan e-commerce di Tanjungpinang memiliki pengaruh besar terhadap pendapatan peritel tradisional. Pelanggan lebih suka membeli secara online, oleh karena itu peritel tradisional perlu berinovasi dalam pemasaran untuk bertahan di era digital. Resistensi UMKM untuk menggunakan e-commerce dan keterbatasan infrastruktur TI mereka harus diatasi dengan dukungan dan kolaborasi komunitas.

Penulis: Fazril wahyudi. S dan Aswandi

Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji, Program Studi Ilmu Pemerintahan, Tugas Mata Kuliah Ekonomi Politik.

REFERENSI
Abdi, H. (2022). Pengertian E-commerce Menurut Para Ahli dan Contohnya di Indonesia. Liputan6. https://www.liputan6.com/hot/read/4856338/pengertian-e-commerce-menurut-para-ahli-dan-contohnya-di-indonesia?page=3
Fani, R., & Safira, I. (2024). Analisis Dampak Pengaruh Keberadaan E-Commerce terhadap Pedagang Konvensional di Situbondo. Jurnal Economina, 3(1), 96–102. https://doi.org/10.55681/economina.v3i1.1145
Raharti, R., & Nasution, M. I. P. (2024). Analisis Dampak E-Commerce Terhadap Pengaruh Penjualan UMKM. Jurma: Jurnal Riset Manajemen, 2(1), 171–178.
Sadrakh Zefanya Putra, Shasabila Titanie Harianto, & Yabes Christian Matondang. (2023). Analisis Pengaruh E-Commerce: Studi Literatur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi UMKM. Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Dan Ilmu Komputer, 3(2), 119–131. https://doi.org/10.55606/juisik.v3i2.494

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

139866
Users Last 30 days : 1490
Users This Month : 660
Views This Year : 29326
Who's Online : 0
Your IP Address : 198.251.84.7
Server Time : 2024-06-14
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya