PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Hikayat Kisah Zuhud dan Perempuan Makrifat

Mencerdaskan & Memuliakan - November 14, 2023
Hikayat Kisah Zuhud dan Perempuan Makrifat
Wanita berhijab bersujud pada karpet doa, ritual keagamaan wajib, ibadah foto: www.istockphoto.com - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Disebutkan oleh Syekh Ahmad Rifai bahwa Syekh Abdul Wahid akan pergi ke Baitul Maqdis. Di tengah perjalanan beliau berjumpa dengan seorang perempuan yang nampaknya sedang tersesat. Ia tiba-tiba mendatangi si perempuan.

“Hai perempuan asing, apakah engkau tersesat dalam perjalanan,” tanya Syekh Abdul Wahid.

Perempuan itu kemudian menjawab, “Bagaimana menjadi orang asing yang mengenal Allah Ta’ala dan bagaimana menjadi orang tersesat namun mencintai-Nya.”

Perkataan perempuan misterius ini membuat Syekh Abdul Wahid terdiam. Dadanya tersentak dan membenarkan apa yang ia bicarakan tadi. Kemudian perempuan itu melanjutkan perbincangannya.

“Pegang saja pucuk tongkatku dan berjalanlah di sampingku,” perintahnya.

Karena penasaran Syekh Abdul Wahid memegang pucuk tongkatnya. Keduanya kemudian berjalan berdampingan. Baru tujuh langkah tiba-tiba keajaiban terjadi. Keduanya sampai Masjid Baitul Maqdis.

Seakan tak percaya apa yang dilihatnya, Syekh Abdul Wahid sampai mengusap-usap matanya.

“Jangan-jangan ada yang salah dalam pandanganku ini,” gumamnya dalam hati.

Dalam ketertegunannya, tiba-tiba perempuan itu berkata lagi, “Hai lelaki! Jalanmu itu adalah jalannya orang zuhud. Sedangkan jalanku adalah jalannya orang-orang makrifat. Orang yang zuhud memang berjalan. Orang ahli makrifat itu terbang. Mana mungkin orang berjalan bisa mengikuti orang terbang.”

Syekh Abdul Wahid bertambah kaget saat mendengar apa yang dilontarkan perempuan misterius itu. Namun tiba-tiba perempuan itu menghilang dari pandangannya.

Syekh Abdul Wahid berusaha mencarinya lagi, namun tidak pernah bertemu lagi hingga akhir hayatnya.

Penulis mencari makna dalam letaratur, Makrifat secara bahasa juga berarti mengetahui sesuatu apa adanya atau ilmu yang tidak lagi menerima keraguan. Sedangkan menurut istilah para sufi, makrifat secara umum diartikan sebagai melihat Tuhan dari dekat dengan menggunakan mata hati.

Baca Juga  East Ventures MoU Bersama KADIN Net Zero Hub dan WRI Indonesia

Penyebutan ma’rifah dalam lidah masyarakat Indonesia dikenal dengan sebutan “makrifat”. Dalam bahasa inggris, makrifat dikenal dengan istilah gnosis, sedangkan orang yang telah mencapai tahapan makrifat (‘arif) dikenal dengan gnostik-mistik.

Akan tetapi ma’rifah jika diteliti mempunyai pengertian atau makna yang berbeda-beda setiap zaman ke zaman.

Sedangkan Hakikat zuhud adalah mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik.

Sedangkan, praktisnya zuhud adalah hilangnya hubungan hati dengan harta dan tidak harus kehilangan harta. Imam Junaidi berkata, zuhud adalah menganggap kecil dunia dan menghapus pengaruhnya di hati.

Penulis juga pernah mendengar sebuah makna sangat dalam yang Disebutkan juga dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Iman Ahmad bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia”(HR. Ahmad). Adapun kalau kita ingin bermanfaat, maka kita harus “memiliki sesuatu” yang bermanfaat dan “memberikan sesuatu” kepada orang lain.

insya Allah (Arab: إِنْ شَاءَ اللَّه) artinya ‘jika Allah menghendaki’.

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

139101
Users Last 30 days : 1554
Users This Month : 1467
Views This Year : 28241
Who's Online : 0
Your IP Address : 198.251.84.7
Server Time : 2024-05-29
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya