PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

KPK: Data LHKPN Jadi Urgensi dalam Pemberantasan Korupsi

Mencerdaskan & Memuliakan - September 28, 2023
KPK: Data LHKPN Jadi Urgensi dalam Pemberantasan Korupsi
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dalam diskusi media di Jakarta - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi salah satu kunci penting untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong seluruh instansi dan lembaga pemerintahan untuk menjadikan kepatuhan dan kelengkapan LHKPN sebagai indikator komitmen seluruh pihak dalam upaya pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dalam diskusi media di Jakarta hari ini (27/9) menegaskan, melalui strategi trisula (pendidikan, pencegahan dan penindakan) KPK juga mengajak masyarakat dan media untuk langsung terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi. Dan data LHKPN yang bisa diakses oleh publik menjadi salah satu sarana untuk mendukung upaya tersebut.

“Media massa jadi _watchdog_ dari apa yang dilakukan oleh KPK. Selama ini, KPK menggunakan LHKPN mencari data (aliran uang) untuk berantas korupsi. Bahkan, data LHKPN bisa membantu aduan masyarakat secara detail,” papar Alex.

Di sisi lain, Alex tak menampik masih ada celah dalam pelaporan LHKPN.

“(Mungkin) masih banyak harta kekayaan yang disembunyikan dan dilaporkan oleh penyelenggara negara. Ke depannya LHKPN bisa jadi sarana mendeteksi _lifestyle_ dari penyelenggara negara. Tentu perlu upaya ekstra dalam membongkar hal rawan tersebut,” pungkas Alex.

Sementara itu, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, memaparkan bahwa selama periode 2020-2022 jumlah pelaporan LHKPN naik secara signifikan. Pada 2020 persentase pelaporan LHKPN mencapai 97,35%. Sementara itu, pada 2021 di angka 98,36% dan pada 2022 naik menjadi 98,76%.

Di sisi lain, KPK terus mendorong pemanfaatan data LHKPN dalam rangka promosi/mutasi jabatan di suatu instansi negara. Sepanjang tahun 2023, KPK sendiri telah memenuhi 57 permintaan rekam jejak penyampaian LHKPN terkait mutasi jabatan.

Rinciannya, dari Komisi Yudisial terkait calon Hakim Agung/Ad Hoc sebanyak dua permintaan. Kemudian dari Kementerian Dalam Negeri mengenai calon penjabat Kepala Daerah (6 permintaan), dan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait jabatan Pimpinan Tinggi dan calon penerima tanda kehormatan sebanyak 49 permintaan.

Baca Juga  Terkini Usai Bintan Pengeledahan KPK Sampai Ke 4 Titik Lokasi Kota Batam

KPK pun, lanjut Pahala, juga menyoroti betul soal kontestasi politik 2024. Pahala menyebutkan, adanya perubahan aturan laporan LHKPN pemilihan umum tahun 2019 dan 2024 berpotensi menurunkan kepercayaan publik atas transparansi penyelenggara negara.

“Belakangan KPU berkonsultasi dengan KPK untuk bisa membuat aturan laporan LHKPN capres dan cawapres untuk 2024,” ungkap Pahala.

Diskusi media bertema “Urgensi Pemanfaatan LHKPN dalam Pemberantasan Korupsi” yang dihadiri oleh Alexander Marwata dan Pahala Nainggolan ini memaparkan sejumlah temuan dan data menarik seputar LHKPN.

(Pn)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

141244
Users Last 30 days : 1515
Users This Month : 576
Views This Year : 31392
Who's Online : 0
Your IP Address : 91.246.192.36
Server Time : 2024-07-12
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya