PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Lelaki di Titik Nol

Mencerdaskan & Memuliakan - Januari 6, 2023
Lelaki di Titik Nol
Asril Masbah Budayawan Provinsi Kepri - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor admin

Lelaki di Titik Nol

(Cerita Bersambung)

Oleh : Asril Masbah

Pada satu waktu lelaki itu merasa seperti orang kaya. Punya uang banyak di rekening, memakai sepatu baru, baju baru dan berkeliling- keliling dengan mobil baru.

Nongkrong di cafe trend, makan di rumah makan mewah, nginap di hotel bintang. Paket internet terisi dengan big GB.

Lelaki itu hidup serasa jadi orang kaya. Semua serba ada dan tersedia. Tapi suasana seperti itu, berlangsung tidak lama pada dirinya.

Hanya sebentar saja. Paling,- paling dalam durasi waktu 2 sampai 3 hari saja. Setelah itu, kondisi hidup berubah total seratus persen. Berputar berbalik arah 360 derajat dengan apa yang terjadi sebelumnya.

Bahkan, sampai pada titik nol. Lelaki itu tidak bisa berbuat apa- apa.

Sepatu baru, terlihat lusuh, kotor dan berbau akibat terinjak tanah berlumpur saat melewati salah satu pasar yang rusak.

Pakaian baru juga kotor dan diantar ke tempat laundry. Mobil baru direntalkan ke orang lain. Uang di rekening kosong. Paket pulsa internet habis.

Semuanya tak bisa ngapa- ngapa. Hanya untuk sekedar membeli sebungkus rokok yang termurah pun yaitu rokok HD dengan bandrol harga Rp. 7000 itu pun tak bisa lagi.

Status diri pun terpaksa berubah menjadi peminta- minta atau pengemis.

Begitulah siklus kehidupan yang dialami dan dijalani lelaki itu selama ini. Dia tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya. Terasa lelah dan sangat jenuh.

Terkadang pernah terbersit di dalam pikirannya untuk mengakhiri sandiwara kehidupan ini.

Agar terbebas dari semua tanggungjawab yang melekat di pundaknya sebagai seorang lelaki, dengan menjadi orang gila.

Dia mengamati betapa enaknya menjadi orang gila. Tidak dituntut bertanggungjawab bekerja keras menafkahi keluarga. Tak perlu bekerja.

Baca Juga  Presiden Jokowi Mengajak NU Karena Potensi Besar Pemerataan Ekonomi Umat

Untuk makan sendiri, cukup meminta- minta dengan siapa saja bisa. Mau ke mana, tidur dimana dan ngapa-ngapain saja tak ada yang ngatur- ngatur.

Tak peduli juga orang lain mau bilang apa tentang dia. Sungguh sangat enak menjadi orang gila.

 

(Bersambung)

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

138674
Users Last 30 days : 1608
Users This Month : 1040
Views This Year : 27633
Who's Online : 1
Your IP Address : 34.236.191.0
Server Time : 2024-05-21
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya