PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Dampak Pandemi Terhadap Ekonomi Menyebabkan Inflasi

Mencerdaskan & Memuliakan - Maret 6, 2022
Dampak Pandemi Terhadap Ekonomi Menyebabkan Inflasi
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, didampingi Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K meninjau kegiatan vaksinasi kota Batam - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor admin

GURINDAM.ID- Dampak Pandemi Terhadap Ekonomi Menyebabkan Inflasi

Perekonomian merupakan hal yang cukup krusial dalam parameter kesejahteraan dan kemajuan suatu negara.

Dimana perkembangannya memberikan dampak yang cukup signifikan mulai dari lapisan terbawah hingga pemegang kekuasaan tertinggi.

Kerap kali, perkembangan suatu negara dapat dilihat berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang berasal dari sektor perekonomian.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki PDB per kapita mencapai Rp 62,2 juta US$4.349,5 pada tahun 2021 lalu.

Hal ini dapat diartikan perekonomian di Indonesia meningkat sebanyak 3,69 persen dibanding tahun sebelumnya.

Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda di Indonesia, dan terus semakin parah ditambah adanya varian terbaru Omicron yang terdektesi di Indonesia, mulai 27 November 2021.

Sejak Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada Maret 2020, Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pembatasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus SARS-Cov-2 atau yang lebih dikenal dengan Covid-19.

Saat pandemi melanda, perekonomian di Indonesia kian melesu, kegiatan industri perdagangan seolah kehilangan kendali, permasalahan bertambah ketika harga pangan pokok mengalami lonjakan yang cukup fantasis.

Harga bahan pokok merupakan salah satu indikator dari lajunya pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Indeks harga pangan bersifat fluktuasi atau sederhananya grafik presentase harganya selalu naik turun. Akibat kondisi tersebut, hal ini berpengaruh besar pada pelaku pasar.

Para konsumen yang sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga (IRT), merasa kesulitan untuk menyesuaikan harga pangan pokok dan juga kebutuhan rumah tangga lainnya.

kondisi kurangnya lapangan kerja, harga pangan yang terus melambung, membuat mereka harus pintar memutar otak, dan memanajemen keuangan yang telah diberikan.

Baca Juga  Begini Cara LPEI Meningkatkan Daya Saing UKM Berorientasi Ekspor

Pemerintah terus memberikan upaya untuk melakukan evaluasi dan proses rehabilitas harga agar kenaikannya tidak telalu melambung dengan melakukan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), dengan sistem ini diharapkan dapat meminimalisir lonjakan harga yang meresahkan masyarakat.

Setidaknya permasalahan lajunya kenaikan harga pangan pokok bisa ditanggulangi dan daya jual maupun beli meningkat. Sehingga, perekonomian Indonesia menjadi lebih sehat.

Kenaikan harga barang pokok yang teranyar, ialah kenaikan harga LPG non subsidi seperti Bright Gas, kenaikan ini dipicu karena penyesuaian kenaikan Contract Price Aramco (CPA) sebesar 21 persen, dikarenakan dampak dari kondisi geopolitik yang memanas antara Rusia dengan Ukraina.

Kondisi pandemi yang belum mereda, ditambah lagi dengan invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kegiatan perekonomian dunia, khususnya Indonesia turut terkena dampak buruknya.

Harga bahan pokok yang melambung memliki beberapa indikasi yang dapat menjadi alasan mengapa harga pangan pokok mengalami fluktuasi diantaranya adalah:

1. Faktor Cuaca, kondisi cuaca yang tidak konsisten membuat hasil panen yang dihasilkan pun tidak selalu baik, bahkan tidak jarang petani harus mengalami gagal panen.

2. Kemungkinan adanya permainan illegal oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti pemasok barang, pedangan dan lain sebagainya. Dengan cara sengaja menumpuk barang.

3. Terjadinya kenaikan biaya transportasi proses pengangkutan bahan pangan pokok yag memicu pertambahan biaya terhadap proses pemerolehan barang.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kenaikan harga pangan pokok tersebut memang disinyalir berasal dari faktor alami dan juga perbuatan oknum yang ingin mencari keuntungan didalamnya.

Peristiwa kenaikan harga bahan pokok ini sebetulnya dapat dikendalikan dengan stabilisasi harga serta melakukan pengawasan dan kontrol lapangan terhadap saluran distribusi barang, dilanjungankan dengan operasi pasar atau proses sidak ke lapangan.

Baca Juga  PD Hima Persis Tanjungpinang Minta Walikota Evaluasi Kinerja Kasatpol-PP

Fenomena ini dapat dikatakan sebagai salah satu fenomena inflasi, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2022 inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,65 persen dengan IHK sebesar 107,17 dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,29.

Kesulitan yang dialami oleh masyarakat akan semakin mencekat, perosoalan pandemi yang belum mereda ditambah lagi, banyak dari mereka yang harus kehilangan lapangan pekerja dan minimnya sumber daya manusia yang berkualitas akan membuat kondisi perekonomian masyarakat Indonesia belum kunjung membaik.

Permasalahan semakin rumit dikarenakan konflik geopolitik yang memanas antara Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan invasi besar-besaran sehinga, berdampak pada harga pangan pokok di berbagai daerah khususnya Indonesia.

Solusi terbaik pada kasus perekonomian yang kian meradang akibat lonjakan yang fantastik, dan sulit diterima oleh masyarakat, yaitu dengan melakukan evaluasi akibat inflasi, serta memaksimalkan hasil bahan pangan yang berasal dari dalam negeri.

Serta meminimalisir penyebab inflasiĀ  dengan menekan harga bahan pokok yang melambung menjadi kembali ke harga normal.

Pemerintah Indonesia dan beberapa negara di dunia juga berharap kondisi konflik antara Rusia dan Ukraina segera menemukan titik perdamaian, kondisi pandemi yang melanda juga segera terselesaikan, agar perekonomian kembali normal dengan harga yang tidak memberatkan masyarakat Indonesia.

Opini Oleh: Reyke Mayang Safitri, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

 

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

093105
Users Last 30 days : 1594
Users This Month : 100
Views This Year : 38660
Who's Online : 0
Your IP Address : 167.88.50.7
Server Time : 2022-12-01
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya