PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Akibat Bisa Masukkan Orang Ke IPDN, Mantan Lurah Ini Ganti Seragam Berwarna Orange

Mencerdaskan & Memuliakan - Juni 4, 2021
Akibat Bisa Masukkan Orang Ke IPDN, Mantan Lurah Ini Ganti Seragam Berwarna Orange
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menunjukkan pelaku penipuan masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com
Editor admin

TANJUNGPINANG, GURINDAM.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menunjukkan pelaku penipuan masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Vinna Saktiani dalam konferensi pers yang di gelar di Polres Tanjungpinang, Jum’at, (4/6/2021).

Vinna Saktiani merupakan mantan Lurah Tanjung Ayun Sakti.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra menjelaskan kejadian penipuan itu berawal pada bulan Maret 2019 lalu yang mana saudara Vinna berinisial DW memberitahu kepada anak pelapor YZ bahwa Vinna bisa memasukkan seseorang ke IPDN.

“Dari pernyataan DW maka anak pelapor meminta ayahnya untuk segera bertemu Vinna untuk dimasukkan ke IPDN,” ujar Rio Reza.

Kemudian, pelapor yang juga anggota DPRD Kabupaten Bintan, Tarmizi mengadakan pertemuan dengan Vinna di salah satu cafe yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Ta jungpinang.

“Dan pada 10 April 2019, pelapor menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta dengan tujuan untuk meloloskan anaknya ke IPDN,” tutur Rio

Namun, pada Mei 2019, anak Tarmizi itu tidak lulus ujian Teknis Kemampuan Dasar (TKD). Akibatnya, YZ tidak lulus IPDN.

“Dari sana, Vinna lagi-lagi meyakinkan bahwa anaknya bisa masuk IPDN dengan jalur belakang sesudah pelantikan siswa di Bandung,” kata Rio.

Setelah itu, Tarmizi beserta anaknya berangkat ke kampus IPDN dan menunggu Vinna di kantin.

“Tujuannya, ya menunggu Vinna untuk memasukkan anaknya ke IPDN. Tapi, hingga dua bulan tak ada kepastian dari Vinna,” urai Rio.

Tak ada kejelasan dari Vinna, maka Tarmizi meminta untuk uang sebesar Rp 300 juta itu dikembalikan.

Sekitar bulan November 2019, Vinna mengembalikan uang sebesar Rp 100 juta. Kemudian pada Desember 2019 Vinna juga menyerahkan cek Bank Mandiri Tanjungpinang atas nama PT KAP senilai Rp 200 juta.

Baca Juga  Shamsi Ali: Disertasi Doktoral seorang Pendeta

“Namun setelah pelapor kliring ke Bank Mandiri bahwa Cek tersebut tidak ada dananya, lalu Tarmizi pun memberitahukan hal tersebut kepada terlapor Vinna dan Vinna mengatakan nanti akan dibayar langsung selanjutnya awal tahun 2020 terlapor Vinna kembali menyerahkan uang sebesar Rp 70 juta,” kata Rio.

Sebulan kemudian, Vinna kembali menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta.

“Jadi total yang telah dikembalikan ke Tarmizi sebesar Rp 190 juta. Sedangkan sisanya yakni Rp 110 juta tidak dikembalikan,” kata Rio.

Kepada penyidik Vinna, mengaku bahwa Rp 300 juta itu ia gunakan untuk keperluan orang dalam yaitu Dosen dan Kabag IPDN berinisial Z sebesar Rp 200 juta dan Rp 60 juta.

“Sisanya untuk akomodasi Vinna di Jakarta dan Bandung,” ujar Rio.

Akibat perbuatannya, Vinna dikenakan pasal 378 dan 372 KUH Pidana dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.

(imd)

 

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 8 7 1 3 9
Users Today : 76
Users Yesterday : 350
Users Last 7 days : 756
Users Last 30 days : 2368
Users This Month : 1498
Users This Year : 19647
Total Users : 87139
Views Today : 109
Views Yesterday : 535
Views Last 7 days : 1148
Views Last 30 days : 3702
Views This Month : 2198
Views This Year : 28920
Total views : 142623
Who's Online : 0
Your IP Address : 35.172.223.251
Server Time : 2022-08-16
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya