PT.GURINDAM MEDIA KEPRI- Mencerdaskan & Memuliakan

Indonesian Woman in Cybersecurity

Mencerdaskan & Memuliakan - April 22, 2021
Indonesian Woman in Cybersecurity
Herlina Nur Aisjah mahasiswi magister ilmu politik universitas Wijaya Kusuma Surabaya - (Mencerdaskan & Memuliakan)
RajaBackLink.com

GURINDAM.ID- Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang digital saat ini di dominasi oleh kaum pria. Meskipun dalam perkembangannya serta peluang keamanan siber terus meningkat dengan pesat, akan tetapi keterwakilan perempuan dalam bidang kemanan siber tetaplah rendah, bahkan lebih rendah bila dibandingkan dengan bidang Teknologi Informasi.

Hal ini karena kurangnya sosialisasi dan ketrampilan dalam ruang siber untuk para perempuan.

Ruang siber ditemukan karena adanya internet yang jaringannya sudah sangat meluas di Indonesia bahkan sudah merambah di seluruh dunia.

Internet telah merubah diri, baik terhadap kepribadian, dan juga dalam kehidupan sehari-hari yang sangat tergantung pada internet.

Perkembangan teknologi saat ini hendaknya dicermati lebih jauh agar dapat menjadi kebaikan bersama.

Mudahnya jangkauan komunikasi menyebabkan mudahnya kita dalam berinteraksi secara cepat tanpa melihat jarak dan waktu.

Akan tetapi hal ini harus lebih kita waspadai terhadap ancaman dan bahaya siber terhadap data-data pribadi kita.

Tren serangan siber bisa melalui website, email, bahkan lewat situs-situs yang ada di aplikasi handphone terutama di bidang e commerce seperti pembobolan data bank lewat internet, penipuan-penipuan lewat internet seperti bit coin.

Pada masa covid- 9 sebagian besar masyarakat Indonesia berselancar melalui internet baik dalam bidang pendidikan, perdagangan, transaksi online, seminar-seminar dan lain sebagainya.

Kegiatan work from home juga rawan terjadinya serangan siber seperti pengambilan data-data, pembobolan kartu ATM dan lain-lain.

Hal ini terjadi karena tata kelola teknologi yang belum diterapkan, kewaspadaan masyarakat yang rendah, skill dan competence yang kurang terlatih, desain pengamanan yang tidak layak.

Peningkatan signifikan kasus serangan siber (malware/ransomware) dalam satu tahun terakhir di Indonesia disinyalir terjadi lantaran kemampuan dan pengetahuan pengguna internet di Indonesia terkait keamanan siber masih minim.

Baca Juga  Imam Shamsi Ali: Ancaman Terhadap Negara dan Pancasila

Pemerintah pun didesak segera membuat regulasi mengenai perlindungan data pribadi yang komprehensif.

Perlu diwaspadai untuk para perempuan yang suka belanja online dan sering sharing di media social akan rawan sekali tercuri data-data pribadinya sehingga bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan.

Oleh karena itu perlu dijaga baik-baik data pribadi kita dengan tidak sering pamer di media sosial.

Karena data-data pribadi kita akan dengan sangat mudah di curi dan dibajak untuk mencuri data keuangan dan data intelektual.

Oleh karena itu pemahaman dan pembelajaran tentang ancaman siber harus mulai dilakukan dalam pendidikan dasar di Indonesia. (Slm)

Oleh: Herlina Nur Aisjah mahasiswi magister ilmu politik universitas Wijaya Kusuma Surabaya

 

Click Bener Subscribe youtube Gurindam.id

Tinggalkan Komentar

LIKE FANPAGE

Our Visitor

0 9 2 7 1 7
Users Today : 2
Users Yesterday : 53
Users Last 7 days : 487
Users Last 30 days : 1544
Users This Month : 1232
Users This Year : 25225
Total Users : 92717
Views Today : 5
Views Yesterday : 100
Views Last 7 days : 943
Views Last 30 days : 2575
Views This Month : 2146
Views This Year : 37915
Total views : 151618
Who's Online : 0
Your IP Address : 216.73.158.108
Server Time : 2022-11-27
Baca Informasi Berita Aktual Dari Sumber terpercaya